Badai di Pantai Tanjung Pendam

Gerobak Mi Ayam Paiman Berserakan Diterjang Badai: Mangkuk Pecah, yang Penting Saya Selamat

Paiman melihat kondisi dagangan sudah berserakan. Gerobak mie ayam sudah robuh, mangkok sudah berserakan di pasir.

Penulis: Disa Aryandi |
Pos Belitung/Disa Aryandi
Stand milik Paiman, Rabu (9/12/2020) dalam kondisi porak poranda setelah diterapa badai di area Pantai Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Seorang peserta Bazar Belitung Kreatif III Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Paiman Rabu, (9/12/2020) sekitar pukul 00.00 WIB sempat mendatangi area Pantai Tanjung Pendam, Tanjungpandan, Belitung.

Kedatangan pedagang bakso ini untuk melihat kondisi stand KUKM miliknya, lantaran cuaca ektrim terjadi di Belitung. Padahal saat itu, warga Jalan Depati Rahat, Kelurahan Kota, Tanjungpandan baru menutup stand KUKM sekitar pukul 22.00 WIB.

Tiba di area Tanjung Pendam, badai sudah terjadi. Sekitar lima menit berada di area itu, lelaki berbaju koas putih itu memutuskan pulang.

"Saya ke sini semalam itu semua sudah roboh, termasuk gerobak saya. Habis itu saya pulang 'serem'. Pikiran saya yang penting menyelamatkan saya dulu," kata Paiman.

Ia kembali lagi ke area Tanjung Pendam, sekitar pukul 08.00 WIB tadi pagi. Paiman melihat kondisi dagangan sudah berserakan. Gerobak mie ayam sudah robuh, mangkok sudah berserakan di pasir.

"Luar biasa lah pokoknya, termasuk lampu - lampu saya habis semua, kabel masih tersisa, mangkok itu pecah," ujarnya.

Paiman, sekarang masih terus berbenah di stand miliknya. Berbagai barang dagangan sudah tersusun rapi, untuk selanjutnya dibawa ke rumah.

"Sepertinya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan stand ini, sudah habis semua. Ngeri - ngeri sedap kalau berlanjut, angin saja sampai sekarang masih kencang," jelasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved