10 Peristiwa Nasional yang Trending di Pencarian Google Indonesia pada 2020, Simak Daftar Lengkapnya

Google Indonesia resmi mengumumkan Year in Search 2020 pada Rabu (9/12/2020).

Editor: M Ismunadi
Google Indonesia
10 peristiwa nasional yang masuk trending pencarian di Google Indonesia 2020. 

Konsep omnibus law yang dikemukakan Presiden Jokowi banyak berkaitan dengan bidang kerja pemerintah di sektor ekonomi.

Pada Januari 2020, ada dua omnibus law yang diajukan pemerintah, yaitu Cipta Kerja dan Perpajakan.

Secara keseluruhan, ada 11 klaster yang menjadi pembahasan dalam omnibus law RUU Cipta Kerja, yaitu:

  • Penyederhanaan perizinan tanah
  • Persyaratan investasi
  • Ketenagakerjaan
  • Kemudahan dan perlindungan UMKM
  • Kemudahan berusaha
  • Dukungan riset dan inovasi
  • Administrasi pemerintahan
  • Pengenaan sanksi
  • Pengendalian lahan
  • Kemudahan proyek pemerintah
  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Baca juga: Terekam Kamera Mahasiswa Usir Provokator yang Menyusup dalam Aksi Menolak UU Omnibus Law

Pembahasan RUU Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR untuk disahkan jadi UU Cipta Kerja ini terbilang kilat dibandingkan dengan pembahasan RUU lain.

Bahkan, awalnya RUU Cipta Kerja bisa selesai sebelum 17 Agustus meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Kejar tayang pembahasan RUU ini diklaim demi kemudahan investasi di Indonesia.

Buntut disahkannya UU Cipta Kerja membuat banyak pihak melakukan gelombang penolakan melalui aksi demontrasi hingga berakhir ricuh.

Baca juga: Omnibus Law UU Cipta Kerja Disahkan, Begini Kata Bupati Yuslih Ihza

5. Sunda Empire

Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana saat memberikan tanggapan terkait laporan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ke Polisi.
Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana saat memberikan tanggapan terkait laporan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ke Polisi. (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Keramaian soal Sunda Empire juga membuat masyarakat penasaran hingga mencarinya di Google Indonesia.

Sunda Empire mulai ramai diperbincangkan publik usai viral di media sosial Facebook.

Saat itu, kabar yang tersebar menyebutkan dugaan markas Sunda Empire berada di Bandung.

Baca juga: Nasri Banks Petinggi Sunda Empire Tetap Yakini Gagasannya, Ungkap Teori Ini Meski Divonis 2 Tahun

Setelah itu, pihak Polda Jabar pun memantau kegiatan tersebut.

Sementara, Kesbangpol Kota Bandung menegaskan Sunda Empire tidak terdaftar sebagai ormas ataupun Organisasi Kepemudaan (OKP).

Mengutip Kompas.com, 25 Januari 2020, kepada polisi, pengurus Sunda Empire Provinsi Aceh mengklaim memiliki ratusan anggota di Kabupaten Aceh Utara.

Baca juga: Sunda Empire, Keraton Agung Sejagat, Dongeng Lama Harta Bank Swiss yang Terus Terulang

Mereka juga bersikukuh menyebut memiliki dana di Bank Swiss untuk menjalankan organisasi dan membantu masyarakat miskin di Aceh.

Sebelumnya, Sunda Empire juga mengaku memiliki sertifikat dari NATO.

Atas klaim-klaim tersebut, polisi pun mencoba mendalaminya dengan memintai keterangan dari berbagai pihak, mulai dari ahli pidana, ahli sejarah, hingga budayawan.

Baca juga: 3 Petinggi Sunda Empire Divonis 2 Tahun Penjara, Nasri Banks Tetap Ngotot: Sunda Milik Dunia

Setelah pendalaman selesai, polisi menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka.

Ketiga tersangka itu adalah Nasri Bank sebagai perdana menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai kaisar, dan Ki Ageng Raden Rangga sebagai Sekjen Sunda Empire.

Akhirnya, Jaksa menuntut tiga petinggi Sunda Empire hukuman empat tahun penjara dalam sidang tuntutan di PN Bandung, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Menolak Jadi WNI dan Pakai Paspor Sunda Empire, 2 Wanita Ditahan di Malaysia 13 tahun

6. Covid-19

Ilustrasi Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona (sciencefocus.com)

Kemunculan virus corona di China pada akhir 2019 lalu, membuat masyarakat Indonesia penasaran dan ingin mencari lebih jauh mengenai hal itu.

Buktinya, virus corona menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari di Google Indonesia pada 2020 ini.

Walau diklaim telah muncul sejak 2019, virus corona baru terkonfirmasi ada di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu.

Baca juga: Dua Pasien Covid-19 di Belitung Timur Gunakan Hak Pilih Secara Prosedur Ketat

Saat itu Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya kasus 1 dan kasus 2 Covid-19 yang teridentifikasi pada seorang perempuan berusia 31 tahun dan ibunya yang berusia 64 tahun.

Jokowi mengatakan, kasus 1 terinfeksi virus corona dari warga negara Jepang yang sempat melakukan perjalanan ke Indonesia.

Kasus 1 kemudian menularkan virus itu kepada ibunya, kasus 2.

Sembilan bulan pandemi Covid-19 berjalan di Indonesia, belum ada tanda-tanda bahwa penularan bisa dikendalikan.

Trennya bahkan masih mengalami kenaikkan.

Baca juga: Tak Boleh Pegang Surat Suara, 2 Pasien Covid-19 Beltim Ikut Mencoblos, KPU Jelaskan Begini Caranya

Berdasarkan data dari covid19.go.id hingga Selasa (8/12/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 586.842 orang.

Dalam periode waktu yang sama, korban meninggal dunia akibat Covid-19 juga masih terus bertambah.

Total kasus kematian akibat virus corona kini mencapai 18.000 orang, terhitung sejak awal pandemi.

Lalu, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh kini totalnya mencapai 483.497 orang.

Baca juga: Hasil Penelitian Terbaru,Gejala Covid-19 Dapat Bertahan Lebih dari 6 Minggu Ini Yang Harus Dilakukan

7. Erupsi Krakatau

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/4/2020) malam terpantau kamera pengawas PVMBG.
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/4/2020) malam terpantau kamera pengawas PVMBG. (Dok. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)

Pada April 2020, warganet sempat digegerkan oleh suara dentuman aneh bersamaan dengan erupsinya Gunung Krakatau. Gunung Anak Krakatau yang berada di Lampung mengalami erupsi pada Jumat (10/4/2020) malam sekitar pukul 21.58 WIB.

Hal itu dilaporkan oleh KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau yang dikutip oleh Twitter BNPB, @BNPB_Indonesia.

Baca juga: Misteri Suara Aneh saat Donny Dimutilasi Manusia Silver: Dia Sempat Minjem Asahan

Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo membenarkan mengenai adanya erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut.

"Iya benar. Semalam Gunung Anak Krakatau meletus dekat-dekat jam 12 tadi malam hingga jam 5 tadi pagi masih meletus," kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/4/2020) pagi.

Anehnya, pada Sabtu (11/4/2020) dini hari sekitar pukul 01.40-03.00 WIB, terdengar dentuman aneh yang melanda warga Jakarta dan sekitarnya.

Sejumlah warganet di akun Twitter BNPB melaporkan mendengar dentuman aneh tersebut, yang diduga berkaitan dengan meletusnya Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Dihuni 7 Pasangan Kumpul Kebo, Rumah Indekos Ini Disegel Satpol PP

8. Penerbitan uang khusus HUT ke-75 RI

Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI dengan nominal Rp 75.000.
Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI dengan nominal Rp 75.000. (Bank Indonesia)

Bank Indonesia menerbitkan uang rupiah khusus menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia.

Uang rupiah khusus yang diterbitkan Bank Indonesia adalah uang lembaran Rp 75.000.

Ini menjadi momen langka mengingat Bank Indonesia biasanya mengeluarkan rupiah edisi khusus berbentuk koin.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, uang peringatan kemerdekaan RI ini merupakan persembahan kebahagiaan kepada masyarakat Indonesia.

Baca juga: Geger, Pria Berusia 75 Tahun Ini Meninggal Dunia di TPS Usai Mencoblos Surat Suara

Untuk itu, masyarakat Indonesia bisa memperoleh dan menukarkan uang rupiah edisi khusus yang dicetak terbatas ini.

Adapun uang kertas Rp 75.000 itu didominasi oleh warna merah, putih, dan hijau.

Tema dan makna filosofisnya adalah mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebinekaan, dan menyongsong masa depan gemilang.

Tema ini digambarkan melalui desain mata uang yang meliputi halaman muka, dengan peristiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta.

Baca juga: Joe Biden Pilih Lloyd Austin Jadi Pimpin Pentagon, Menhan Kulit Hitam Pertama AS dalam 200 tahun

9. PSBB Jakarta

Warga yang sebagian tidak menggunakan masker berkumpul di gang di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Senin (5/10/2020). Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta untuk mengendalikan penularan Covid-19 telah memasuki pekan ketiga.
Warga yang sebagian tidak menggunakan masker berkumpul di gang di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur, Senin (5/10/2020). Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta untuk mengendalikan penularan Covid-19 telah memasuki pekan ketiga. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Topik mengenai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga menjadi bahasan paling banyak dicari pada 2020.

Salah satu provinsi yang pertama kali menerapkan PSBB adalah DKI Jakarta.

Pemberlakuan PSBB di Jakarta sempat mengalami pasang surut sejalan dengan penurunan angka kasus sebelum dilaporkan kembali melonjak.

Perjalanan PSBB di Jakarta dimulai pada 4 April 2020.

Baca juga: Anies Terancam 1 Tahun Penjara Denda Rp100 Juta, Rizieq Shihab Melanggar PSBB Didenda Rp50 Juta 

Saat itu, Anies mengirimkan usulan kepada Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, agar wilayah Jakarta dan sekitarnya diberlakukan PSBB.

Ketika itu, surat usulan tidak langsung mendapat respons, hingga Anies kembali mengirimkan surat kepada Menkes karena merasa perlu memberlakukan pembatasan tersebut.

Pada 7 April 2020, izin dari Menkes itu pun keluar. Pemprov DKI Jakarta selanjutnya mempersiapkan segala aturan terkait PSBB.

Setelah DKI Jakarta, beberapa wilayah lain juga menerapkan PSBB.

Sebut saja Surabaya, Jawa Barat, Malang Raya, Makassar, Gorontalo, dan daerah-daerah lainnya.

Baca juga: Keluarga Rizieq Shihab Akui Langgar PSBB karena Ini, Tak Masalah Didenda Bayar Rp50 Juta

10. Banjir Jakarta

Banjir merupakan salah satu dampak dari cuaca ekstrem
Banjir merupakan salah satu dampak dari cuaca ekstrem ()

Peristiwa terakhir yang banyak dicari oleh masyarakat adalah mengenai tentang Banjir Jakarta.

Banjir yang melanda ibu kota ini memang ramai dibicarakan lantaran terjadi pada awal tahun 2020, tepatnya 1 Januari 2020.

Dilansir dari Kompas.com, 1 Januari 2020, selain menimbulkan kerugian harta benda, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat adanya 43 korban meninggal dunia akibat banjir Jabodetabek.

Selain itu, ribuan orang lainnya harus mengungsi.

Baca juga: Gelombang Pasang Pantai Tanjungpendam Terjang Talud Pembatas, Air Laut Banjiri Rumah Warga

Merespons banjir besar ini, publik menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pemprov DKI dinilai lamban mengantisipasi ancaman banjir ini.

Sejumlah pernyataan Anies juga menarik perhatian.

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (2/1/2020), Anies berpendapat bahwa banjir kali ini terjadi bukan perkara sudah dilakukan normalisasi atau belum.

Normalisasi yang dimaksud adalah normalisasi sungai, yang pelaksanaannya merujuk pada Perda tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang.

Baca juga: Nikita Mirzani Menangis Tak Menyangka Banjir Dukungan , Terkait Perseteruannya dengan Maaher

Saat Jakarta dipimpin Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, program normalisasi sungai dipercepat.

Anies mengatakan, banjir Jakarta dapat diselesaikan dengan cara pengendalian air di daerah hulu.

Pengendalian air tersebut dengan membangun kolam retensi seperti dam, waduk, dan embung.

Hal itu bertujuan untuk pengontrolan, pengendalian volume air yang bergerak ke arah hilir. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 10 Peristiwa Nasional yang Trending di Pencarian Google Indonesia pada 2020, Apa Saja?

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved