Breaking News:

Jelang Lengser Trump Kebut Eksekusi Hukuman Mati Empat Terpidana, Bisa Jadi Terbanyak Sepanjang Masa

Presiden Donald Trump di Gedung Putih semakin mendekati akhir, pemerintahannya mengebut sejumlah pelaksanaan hukuman mati yang ditangani pemerintah.

Suryamalang.com/kolase MANDEL NGAN/AFP
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump 

Jelang Lengser Trump Kebut Eksekusi Hukuman Mati Empat Terpidana, Bisa Jadi Terbanyak Sepanjang Masa

POSBELITUNG.CO - Terpidana mati Brandon Bernard telah dieksekusi mati di negara bagian Indiana setelah permohonan grasinya pada menit-menit terakhir ditolak Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS).

Bernard dihukum karena kasus pembunuhan pada 1999 ketika dia masih remaja.

Dia juga narapidana termuda yang dieksekusi oleh pemerintah federal dalam hampir 70 tahun terakhir.

Pria berusia 40 tahun ini telah meminta maaf kepada keluarga korban yang dia bunuh, sebelum menjalani ekseksusi melalui suntikan mematikan pada Kamis (10/12/2020).

Hari ini, Jumat (11/12/2020), seorang terpidana mati juga dijadwalkan untuk diesksekusi.

Dia adalah Alfred Bourgeois masuk daftar terpidana yang dihukum mati karena menyiksa dan memukuli putrinya sendiri yang berusia dua tahun hingga meninggal dunia. 

Baca juga: Mulai Hari Ini, Ribuan Izin Pertambangan Diambil Alih Pemerintah Pusat, Pemberlakuan UU Minerba

Brandon Bernard telah meminta maaf kepada keluarga korban yang dia bunuh, sebelum menjalani ekseksusi melalui suntikan mematikan pada Kamis (10/12/2020).
Brandon Bernard telah meminta maaf kepada keluarga korban yang dia bunuh, sebelum menjalani ekseksusi melalui suntikan mematikan pada Kamis (10/12/2020). (COURTESY BERNARD DEFENSE TEAM via BBC INDONESIA)

Empat hukuman mati lainnya direncanakan akan digelar sebelum masa kepresidenan Donald Trump berakhir.

Jika semua eksekusi ini terjadi, Trump akan menjadi presiden yang paling banyak mengawal pelaksanaan hukuman mati dalam tempo lebih dari satu abad.

Terdapat 13 eksekusi sejak Juli tahun ini saja.

Halaman
1234
Editor: M Ismunadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved