Breaking News:

Arief Poyuono Nilai Gerindra Tak Etis Minta Jatah Menteri KP, Jokowi Butuh Orang yang Seperti Ini

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai tidak etis bila Partai Gerindra mengajukan pengganti Edhy Prabowo

Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com dan Tribunnews
Edhy Prabowo dan Prabowo Subianto. 

Isu Presiden Jokowi segera merombak susunan Kabinet Indonesia Maju menguat setelah ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batu Bara oleh KPK. 

Namun perombakan kabinet yang meliputi pengisian jabatan kosong, penggantian dan pergeseran posisi sampai saat ini belum dikonfirmasi oleh Pemerintah. 

Kabarnya ada sejumlah nama politikus Partai Gerindra digadang-gadang akan menggantikan posisi Edhy Prabowo yang ditangkap KPK. 

Nama-nama politikus Partai Gerindra tersebut di antaranya Fadli Zon, Sandiaga Uno, hingga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco.

Sementara pos Kementerian Sosial yang saat ini kosong selepas ditangkapnya Juliari P. Batu Bara dikabarkan akan diisi oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Risma Ikut Megawati

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma dikabarkan mendapat tawaran menjadi Menteri Soial menggantikan Juliari P Batubara.

Namun Risma mengaku tak ingin gegabah menanggarai kabar soal dirinya mendapat tawaran menggiurkan menjadi Menteri Sosial.

Diketahui Menteri Sosial sebelumnya yakni Juliari P Batubara tersandung kasus korupsi.

"Nanti dilihat dulu, istikharah bisa apa tidak? Nanti iya iya, tapi ternyata tidak bisa gimana," ujarnya di rumah dinasnya, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Senin (14/12/2020).

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved