Breaking News:

WIKI BANGKA

Jaga Tanaman Bakau dari Kerusakan Penambangan, Komunitas Akar Bakau Bikin Taman Mangrove Swadaya

Suasana sejuk dari rindangnya aneka jenis tanaman mangrove atau bakau terasa ketika memasuki kawasan yang dikelola Komunitas Akar Bakau

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pengunjung saat melewati jalur kayu di kawasan Taman Mangrove Komunitas Akar Bakau, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Minggu (13/12/2020). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG --  Suasana sejuk dari rindangnya aneka jenis tanaman mangrove atau bakau terasa ketika memasuki kawasan yang dikelola Komunitas Akar Bakau di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur, Minggu (13/12/2020).

Air jernih mengalir di bawah jalur kayu yang dilalui pengunjung selama berada di kawasan itu. Ada juga tempat duduk kayu dan gazebo dalam taman bakaunya.

Taman mangrove itu letaknya tak jauh dari Pantai Tambak, pantai yang banyak dikunjungi warga ketika berada di Damar.

Meskipun tak terlalu luas, kawasan itu bisa menjadi pilihan ketika berlibur di Belitung Timur. Karena selain menikmati keindahan alamnya, pengunjung bisa belajar mengenai bakau yang juga dibibit di lokasi tersebut.

Ketika memasuki kawasan taman bakau, pengunjung tidak dipungut biaya. Hanya kotak donasi yang disediakan pengelola sehingga pengunjung bisa berdonasi berapa pun.

Pengunjung saat melewati jalur kayu di kawasan Taman Mangrove Komunitas Akar Bakau, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Minggu (13/12/2020).
Pengunjung saat melewati jalur kayu di kawasan Taman Mangrove Komunitas Akar Bakau, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Minggu (13/12/2020). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Menurut Ketua Komunitas Akar Bakau sekaligus Ketua Kelompok Tani Sayang Kampong Yudi Senga, ketertarikan menjaga lingkungan terutama bakau di desanya telah membuat mereka memulai langkah membuat taman itu.

Apalagi banyaknya pertambangan ilegal di sekitar situ membuatnya berinisiatif menjaga kawasan bakau agar tetap lestari.

"Teman-teman yang lain ikut mendukung, jadi saya bikin taman aja. Uangnya dari hasil ngamen dari warung kopi ke warung kopi untuk beli papan, kayu, dan pakunya," kata dia.

"Aku nelayan, nelayan bekater. Hasil mancing sebagian disisihkan buat beli bahan. Ada teman yang juga bantu, swadaya juga, nyumbang bahan-bahannya,"  ungkap Yudi.

Meskipun taman mangrove itu tidak besar, namun perannya luar biasa. Terutama buat mengedukasi anak-anak agar lebih mengenal mangrove dan fungsinya.

Halaman
12
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved