Breaking News:

Meski Dianggap Tren Paling Aneh di Tahun 2020, Program Penerbangan Tanpa Tujuan Laris Manis

Hampir seluruh negara menutup perbatasan mereka, sehingga pelaku pariwisata mulai memasarkan perjalanan virtual.

KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES
Ilustrasi pesawat terbang. 

POSBELITUNG.CO - Seperti banyak industri, virus corona (Covid-19) memaksa industri perjalanan untuk beradaptasi pada tahun 2020.

Hampir seluruh negara menutup perbatasan mereka, sehingga pelaku pariwisata mulai memasarkan perjalanan virtual.

Dengan cepat, gelembung perjalanan terbentuk sehingga orang punya tempat baru untuk dikunjungi.

Seiring berjalannya waktu, perbatasan tetap ditutup dan pembatasan tetap berlanjut.

Hal itu membuat sejumlah maskapai meluncurkan program penerbangan tanpa tujuan.

Sering disebut penerbangan wisata atau penerbangan wisata, program ini persis seperti apa yang banyak orang bayangkan.

Melansir laman Insider, Senin (21/12/2020), penumpang akan mendapatkan pengalaman di bandara dan pesawat secara keseluruhan.

Namun, alih-alih mendarat di tujuan baru pada akhir penerbangan, penumpang justru akan tiba di bandara yang sama dengan bandara awal keberangkatan.

Terasa aneh bukan? Namun faktanya program penerbangan tanpa tujuan ini terjual habis dalam hitungan menit.

Penerbangan wisata Qantas Airlines di sekitar Australia terjual habis hanya dalam 10 menit pada bulan September lalu.

Halaman
12
Editor: Novita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved