Breaking News:

Senjata Buatan China Mudah Rusak dan Berkarat, Negara Ini Menyesal Pernah Beli, Termasuk Indonesia

Senjata militer China bahkan dikabarkan tidak memiliki kualitas yang cukup baik, bahkan sampai dibahas oleh pejabat pemerintah AS

Editor: Hendra
defensnews/AFP
Parade militer China. China menempatkan 10.000 pasukannya di perbatasan India. 

POSBELITUNG.CO, -- China terus mengembangkan pembuatan senjata mileternya. 

Memang sistem persenjataan militer China tak bisa dikesampingkan.

Perkembangannya cukup pesat, bahkan kini sudah sejajar dengan AS, Rusia, Perancis dan Jerman.

Tapi meski begitu rupanya perkembangan itu hanya ada pada penjualan senjata internasional saja.

Senjata militer China bahkan dikabarkan tidak memiliki kualitas yang cukup baik, bahkan sampai dibahas oleh pejabat pemerintah AS.

Pada 2019 lalu Asisten Menteri luar Negeri untuk urusan Politik-Militer di Departemen Luar Negeri AS, R. Clarke Cooper, mengatakan "melalui kombinasi sistem harga potong seperti sistem pesawat tanpa awak, mekanisme pembiayaan predator dan menggunakan penyuapan, China menggunakan transfer senjata sebagai saranan untuk masuki pintu negara lain.

"Jika sudah terbuka, China dengan cepat memanfaatkannya untuk memberikan pengaruh dan mengumpulkan intelijen."

Cooper mengutip frasa Latin caveat emptor! Yang artinya 'pembeli, waspadalah.

"Kami telah melihat negara-negara di seluruh dunia melompat pada kesempatan untuk memperoleh kapabilitas pertahanan berteknologi tinggi dan biaya rendah, dan ternyata hanya dapat investasi itu runtuh dan karat di tangan mereka.

Senjata itu, yaitu drone perang (UCAV) CH-4B yang diproduksi China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) tahun 2016 adalah salah satunya.

Drone tempur Wing Loong China
Drone tempur Wing Loong China (())
Halaman
123
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved