Breaking News:

Staf Kedubes Jerman Datangi Markas FPI, Ini Tanggapan Pakar Hukum UI

Tidak seharusnya melakukan tindakan-tindakan yang dapat dipersepsi sebagai turut dalam urusan dalam negeri negara lain

ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah salat Jumat. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -  Seorang staf kedutaan besar (Kedubes) Jerman mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI).

Kedatangan stafnya markar FPI di Pertamburan, Jakarta tersebut diakui oleh pihak Kedubes Jerman.

Kedubes Jerman akan segera meminta pegawai yang mendatangi Markas FPI untuk mempertanggungjawabkan ke pemerintah di Jerman.

Terkait tindakan yang dilakukan oleh pihak kedutaan Jerman, disambut baik oleh Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana

“Istilah ini merupakan penghalusan dari dipulangkannya pegawai tersebut. Tindakan Kedubes Jerman sudah tepat bukan karena ada tekanan dari pemerintah Indonesia seolah kebijakannya berbalik arah.

Namun lebih karena tindakan yang dilakukan oleh Staf Kedubes Jerman tersebut sejak awal bukan sebagai tindakan Kedubes dan Pemerintah Jerman,” ujar Hikmahanto ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (21/12/2020).

Dalam hukum internasional, dia menjelaskan, sebuah negara dilarang untuk melakukan intervensi dalam urusan domestik negara lain (non-intervention principle).

“Tindakan memulangkan merupakan wujud dari keseriusan Kedubes Jerman agar tindakan pegawainya yang bodoh tidak diasosiasikan sebagai kebijakan Kedubes bahkan negara Jerman,” jelasnya.

Kejadian ini juga menurut dia jadi pembelajaran berharga bagi para diplomat.

Tidak seharusnya melakukan tindakan-tindakan yang dapat dipersepsi sebagai turut dalam urusan dalam negeri negara lain, terlebih menggunakan fasilitas diplomatik, seperti mobil dengan plat nomor diplomatik.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved