Breaking News:

Advertorial

Geliat Belitung Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi di Era Pandemi Covid-19

MENJADI suatu keharusan bagi setiap daerah di NKRI ini untuk dapat bergerak maju menuju perubahan positif dari waktu ke waktu, sarat dengan prestasi,

Geliat Belitung Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi di Era Pandemi Covid-19 - geliat-belitung-bangkitkan-pertumbuhan-ekonomi-di-era-pandemi-covid-19-1.jpg
ist
Geliat Belitung Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi di Era Pandemi Covid-19
Geliat Belitung Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi di Era Pandemi Covid-19 - geliat-belitung-bangkitkan-pertumbuhan-ekonomi-di-era-pandemi-covid-19-3.jpg
ist
Geliat Belitung Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi di Era Pandemi Covid-19

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Menjadi suatu keharusan bagi setiap daerah di NKRI ini untuk dapat bergerak maju menuju perubahan positif dari waktu ke waktu, sarat dengan prestasi, dan pencapaian berarti dalam rangka meretas kemiskinan di segala lini kehidupan agar kemudian dapat terbingkai dalam “masyarakat sejahtera”. 

Keinginan dan harapan ini seakan menjadi delusi manakala pandemi Covid-19 melanda dunia. Satu per satu perekonomian negara-negara maju pun tumbang apalagi negara berkembang seperti Indonesia yang pertumbuhan ekonominya juga turut minus.

Sedikit lebih beruntung, Belitung masih positif pertumbuhan ekonominya sepanjang pandemi Covid-19 melanda yaitu sekitar kurang lebih positif 2%.

Dirilis dari LPE Februari 2020, pertumbuhan ekonomi Belitung pada tahun 2019 sebesar 3,42%. 

Meskipun demikian, se-Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Belitung masih terbilang tinggi jumlah penduduk miskinnya, terbanyak kedua setelah Beliitung Timur. Tahun 2020 jumlah penduduk miskin di Belitung sebanyak 12.070 dengan persentase penduduk miskin sebesar 6,27%. Angka Indeks Kedalaman  Kemiskinan (ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan) sebesar 0,74.

Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (gambaran penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin untuk melihat ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin) adalah sebesar 0,16.

Berdasarkan Data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Belitung hingga November 2020 telah melebihi target, yaitu tercatat dalam satuan rupiah sebesar 148,8 miliar  dari target 145 miliar. Namun penerimaan ini lebih kecil ketimbang capaian pada tahun lalu, sebesar 170,4 miliar.

Kabupaten Belitung sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia juga pastinya terdampak pandemi Covid-19. Karena itu, dipandang perlu untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan memotivasi semua pelaku UMKM agar tetap berkarya, berinovasi, mengembangkan, dan menggali potensi dalam meningkatkan produksi, pengemasan serta pemasaran produk. Penyelengaraan event bazar-bazar adalah langkah nyata untuk mewujudkan tujuan dan harapan tersebut.

Pasca era new normal diberlakukan, Pemerintah Kabupaten Belitung melalui beberapa dinas terkait seperti Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Tenaga Kerja, serta Dinas Pemuda dan Olahraga tercatat menggelar beberapa kali event bazar pada tempat, waktu serta sasaran atau segmentasi pengunjung yang beragam.

Terakhir,  bazar yang digelar untuk ketiga kalinya oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten mulai Tanggal 2 hingga 6 Desember 2020 di Pantai Tanjungpendam telah diikuti oleh 132 stand dengan kategorisasi sub sektor kuliner, kriya, fashion, tanaman hias, ikan hias, sablon, mainan anak, dan fotografi. Sebelumnya di tempat yang sama dan pada sub sektor yang serupa atau sejenis juga telah dilaksanakan bazar bertajuk Bazar Belitung Kreatif 1 (Satu) dan 2 (Dua). Pada pelaksanaan Bazar Belitung Kreatif 1 diikuti oleh 130 stand.

Nilai transaksi yang diperoleh selama 5 (Lima) hari, mulai Tanggal 5 hingga 9 September 2020 adalah kurang lebih sebesar 600 juta rupiah. Kemudian pada Bazar Belitung Kreatif 2 yang berlangsung Tanggal 7 sampai dengan 11 Nopember 2020 pun kisaran traksaksinya juga hampir sama dan diikuti oleh 136 stand plus subsektor produk pertanian.

Selain ketiga bazar tersebut, Dinas Pariwisata dan Kabupaten Belitung juga telah menggelar Belitong Creative Week pada Tanggal 3 sampai dengan 9 Oktober 2020 di Pantai Tanjungpendam dengan mengangkat tema “Maras Taun”.

Bazar Belitung Kreatif 1-3 dananya berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) yang didapat dari Pusat guna penguatan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Sedangkan Belitong Creative Week berasal dari dana APBD Kabupaten Belitung dengan maksud memperkenalkan, mempromosikan serta memasarkan produk-produk ekonomi kreatif seperti aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, design interior, design produk, fashion, film, kriya, fotografi, musik, iklan, seni pertunjukan, seni rupa dan lain-lain.

Artinya, bukan hanya pelaku usaha UMKM terdampak yang turut serta pada setiap bazar yang digelar tetapi termasuk grup-grup kesenian juga ikut berpartisipasi. Bazar tersebut juga diselingi dengan aneka lomba dan workshop dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung. (*/Advertorial)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved