Setelah Arab, Israel Jadikan Indonesia Target Utama, Ngotot Hubungan Diplomatik Demi Rencana Ini

Israel mencoba merayu Indonesia agar terjalin hubungan diplomatik dengan memberikan banyak program yang lebih menguntungkan Indonesia

Editor: Hendra
Freepik/Leoaltman
Bendera negara Israel dan Indonesia. 

Menurut jajak pendapat online oleh politisi berpengaruh Diaz Hendropriyono, ketua Partai Keadilan & Persatuan Indonesia, tentang apakah Indonesia harus menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Hasilnya 51% responden mengatakan ya, sementara 49% mengatakan tidak.

Tetapi para pemimpin negara telah lama secara resmi menolak gagasan tersebut, sehingga memungkinkan mereka untuk menghindari konfrontasi dengan gerakan ekstremis Islam radikal di dalam negeri.

Hubungan ekonomi, bukan politik, lebih mungkin terjadi

Salah satu perkembangan yang benar-benar dapat mendorong Indonesia untuk membuka diri terhadap negara Yahudi adalah pengakuan diplomatik Israel oleh pemerintah Saudi.

“Dengan pengumuman normalisasi hubungan antara UEA dan Israel, kami [di Israel-Asia Center] melihat pergeseran keterbukaan yang hampir langsung dari Indonesia,” kata Zeffert.

"Jika Arab Saudi menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, itu akan mengubah percakapan sepenuhnya di Indonesia."

Meski begitu, Zeffert tidak menyangka bisa melihat peresmian Kedutaan Besar Israel di Jakarta dalam waktu dekat.

Yang lebih mungkin, katanya, adalah hubungan yang memanas secara bertahap seiring waktu, dan lebih banyak keterbukaan oleh Indonesia terhadap ikatan bisnis.

Gilad Majerowicz adalah partner di Herzog Fox & Neeman, firma hukum terbesar di Israel.

Sebagai salah satu kepala praktik HFN Asia, dia melihat “peluang besar” bagi perusahaan Israel di Indonesia setelah hubungan bilateral terjalin.

Khususnya di bidang agroteknologi, perawatan kesehatan, dan keamanan siber.

Selain itu, partisipasi Indonesia dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) baru yang ditandatangani pada 15 November 2020.

Sehingga menjadikan Indonesia zona perdagangan yang sangat menguntungkan bagi perusahaan Israel yang ingin memperluas pasar mereka.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved