Breaking News:

Berita Belitung

Stok Elpiji di Belitung Cukup dan Akan Ada Penambahan

PT Pertamina hanya memiliki 1.120 tabung untuk Kabupaten Belitung. Stok itu hanya cukup satu hari memenuhi kebutuhan masyarakat

Posbelitung/Disa Aryandi
Ribuan tabung Gas LPG dari KM Putra Sentosa II yang tenggelam di Perairan Bui Hijau, Selasa (17/12/2019) saat di evakuasi oleh petugas di Pos TNI AL Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.CO -- PT Pertamina hanya memiliki 1.120 tabung untuk Kabupaten Belitung. Stok itu hanya cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Kelangkaan elpiji dikarenakan kapal pengangkut gas elpiji  tenggelam akibat cuaca buruk.

"PSO (Public Service Obligation) sekarang hanya ada 1.120 tabung Itu hanya cukup memenuhi kebutuhan , besok (hari ini) rencana akan ditambah lagi sebagai plan emergency," kata Relation & CSR MOR II Umar Ibnu Hasan kepada Pos Belitung, rabu (23/12).

Sedangkan stok Belitung Timur, ada 12.930 tabung. Stok ini bisa 4 hari. Namun stok gas elpiji berukuran 12 kilogram (kg), sekarang ini ada 2.703 tabung.

"Nah kalau yang 12 Kg ini masih cukup stok nya untuk enam hari. Tetapi secara umum stoknya masih aman, yang terpenting penggunaannya sesuai peruntukan, kalau yang subsidi ya diperuntukan kepada rumah tangga dan pra sejahtera serta usaha mikro," ujarnya.

Sekarang ini, pertamina sudah berkoordinasi dengan stakeholder untuk mencari kapal bertonase lebih besar. Kapal tersebut akan dipergunakan mengangkut gas elpiji 3 Kg dari Bangka.

"Kami harap stok gas elpiji 3 Kg yang sekarang ini tersedia, bisa sampai kepada kepada tangan masyarakat yang berhak menerima," ujarnya.

Terpisah, Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, persoalan gas elpiji 3 kilogram (Kg) mengalami kesulitan sudah meminta kepada PT Pertamina Tbk agar segera diatasi secara cepat.

Lantaran gas elpiji itu sekarang ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, lantaran peristiwa kapal pengangkut gas elpiji sekarang ini sudah dua kali mengalami peristiwa serupa.

"Kami sudah meminta agar segera diatasi, karena dikalangan masyarakat soal gas elpiji ini sudah terbilang susah lah. Kami sudah koordinasi, karena tidak mungkin satu - satu gas elpiji tersebut diambil lagi, mengingat cuaca seperti ini," kata Sanem.

Yang menjadi persoalan sekarang ini, lanjut dia, tabung sebagai wadah pengisian gas elpiji tersebut, sangat kurang. Lantaran ada sekitar 15.000 tabung berukuran 3 kg hilang.

"Jadi ada keterbatasan tabung dalam pengisiannya. Itu menjadi permasalahan sekarang ini, karena yang pertama kemarin tenggelam ada 5.000 tabung lebih hilang, ini 9.000 tabung lebih hilang," ujarnya.

Namun, lanjut Sanem, Pemerintah tetap akan mencari solusi terbaik untuk masyarakat dalam waktu dekat ini, lantaran seluruh gas elpiji berbagai ukuran mulai mengalami kesulitan.

"Kami akan cari solusi nanti, tapi ada kabar baik juga nanti SPBE pengisian gas ini, tanggal 30 Desember besok sudah beroperasi, jadi tidak perlu lagi mengirim dari Bangka," bebernya.

Adanya SPBE di Desa Badau, Kecamatan Badau itu, lanjut Sanem, tentu sangat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji.

"Pengisian gas elpiji ini tidak hanya non subsidi saja, tetapi subsidi juga. Jadi nanti yang dikirim dari Palembang bukan berikut tabung gas elpiji, tetapi gas seperti kapsul itu. Sandarnya kapal itu nanti di KBJU," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved