Berita Belitung

UGG dan WTCF, Dua Modal Pariwisata Belitung Mendunia

Jasagung Hariyadi mengatakan diterimanya Belitung sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) menjadi arah pengembangan pariwisata ke depannya

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Wisatawan mancanegara saat belajar bermain gambus di Belitung Mangrove Park, Juru Seberang saat kegiatan Sail Belitong 2019 lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Jasagung Hariyadi mengatakan diterimanya Belitung sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) menjadi arah pengembangan pariwisata ke depannya. Apalagi sebelumnya Tanjungpandan juga tercatat sebagai anggota kota pariwisata dunia yang tergabung dalam WTCF (world tourism city federation). Dua hal tersebut dapat menjadi modal agar wisata Belitung dapat menggaet wisatawan mancanegara.

"Dari hasil diskusi dengan perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahwa ada dua link (penghubung) yang bisa dipakai yaitu Tanjungpandan tercatat sebagai dan kalau sudah pengukuhan, geopark itu juga bisa digunakan (promosi wisata, red). Di WTCF ada Tanjungpandan dan beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta dan Bandung," ujarnya, Rabu (23/12/2020).

Adanya dua hal itu, juga membuat Belitung mengejar kesiapan objek wisata maupun geosite. Dengan keinginan Belitung menjadi destinasi internasional, maka geosite harus siap berstandar internasional.

Misalnya, kata dia, dari hal yang sederhana seperti toilet maupun prasarana lain tidak hanya yang biasa tapi harus berstandar internasional. Kemudian juga dari sikap pengelola destinasi wisata dan bahasa. Harus mengubah attitude selain bahasa, etos kerja, juga harus mengubah sikap dan perilaku dalam menyambut wisatawan internasional.

Diterimanya Geopark Belitong sebagai UGG juga membuat wisata memiliki diversifikasi produk yang tak hanya memiliki marine based tourism atau pariwisata berbasis bahari saja. Tapi sudah mengarah pada geopark yang terdiri dari geologi, biodiversity, dan budaya (culture).

"Itulah yang dikejar ke depan sehingga ada diverifikasi produk wisata Belitung. Orang tidak hanya berwisata ke laut, andalan masih laut, tapi juga mengarah pengembangan geopark yang tidak hanya Kabupaten Belitung tapi juga bersama dengan Belitung Timur. Sehingga pariwisata Pulau Belitung terpadu," jelasnya.

Menjual geopark sebagai suatu produk pariwisata juga membuat segmen wisatawan berbeda. Menurutnya, yang dikejar tidak lagi jumlah kunjungan yang besar, tapi juga kualitas kunjungan.

"Kualitas wisatawan yang datang ke geosite itu, ada 17 geosite seperti Open Pit Nam Salu, mereka dalam rangka selain meneliti atau riset, juga edukasi, sehingga meskipun jumlahnya tidak banyak tapi jangka waktu tinggal akan lebih lama," sebut Heri.

Jika sebelumnya pada 2019 hingga awal 2020 ini promosi wisata Belitung banyak menyasar Asia Tenggara menurutnya ketika nanti Pulau Belitung ditetapkan sebagai UGG pada April mendatang, maka promosi wisata ke mancanegara akan lebih luas.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved