Breaking News:

PT Pusri Palembang Luncurkan Program Agro Solution

Tanam Perdana Kopi dan Lada di Desa Mayang. Wujudkan Konsep One Stop Solution, One Stop Services

PT Pusri Palembang Luncurkan Program Agro Solution
POS BELITUNG/SUHARLI
PENANDATANGANAN MOU- Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh bersama Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung Abdul Fatah saat penandatanganan MoU tentang Korporatisasi Pertanian Model Bisnis Agro Solution di Gedung Serba Guna Kelapa Kampit, Selasa (22/12).

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - PT PUSRI Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) meluncurkan (launching) Program Agro Solution sekaligus menanam perdana kopi dan lada di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (22/12).

Program ini menjadi satu di antara bentuk transformasi bisnis guna mendukung pencapaian program pemerintah di bidang kedaulatan pangan nasional.

Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh mengangkat dua tema besar dalam Program Agro Solution PT Pusri, yakni Korporatisasi Pertanian dan Digitalisasi. Tema Korporatisasi Pertanian diangkat guna menindak lanjuti visi Presiden RI untuk pembangunan pertanian di Indonesia. Korporatisasi dilakukan dengan cara mendorong terbentuknya kelembagaan petani melalui pembentukan klaster-klaster Agrosolution berdasarkan pendekatan komoditi dan geografis.

Sementara, digitalisasi diperlukan dalam rangka mengintegrasikan antara klaster-klaster Agro Solution dengan partner pendukung (Agro Solution Support Partners) secara proses digital.

Oleh sebab itu, saat peluncuran Program Agro Solution ini juga diadakan soft launching agrisolusi.id.

“Kerja sama PT Pusri dengan seluruh stakeholder pendukung yang bergerak di bidang pertanian antara lain; distributor pupuk, perusahaan sarana produksi pertanian (pupuk, benih, pestisida), bank, asuransi, perguruan tinggi/lembaga riset, bertujuan mewujudkan konsep “one stop solution, one stop services”. Sedangkan untuk memastikan sasaran program dapat dicapai sesuai sasaran yang ditetapkan, PT Pusri bekerja sama dengan pemda dengan membentuk Pengelola Proyek Agro Solution (Agro Solution Manager),” kata Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU kerja sama antara PT Pusri dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung tentang Korporatisasi Pertanian melalui Program Agro Solution. Selain itu ada juga penandatanganan MoU antara PT Pusri dengan BNI dan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) mengenai kerja sama peningkatan produksi pertanian dan pengembangan Agro Solution Cluster Singkong, serta dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan dukungan Implementasi Klaster Agro Solution (padi, sawit, kopi, lada, ubi kayu).

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh juga memperkenalkan produk baru PT Pusri yang berdasarkan pendekatan komoditi (specialty product), seperti Pupuk NPK Kopi dan NPK Singkong yang akan digunakan dalam Program Agro Solution.

Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh mengucapkan terima kasih kepada para petani di Provinsi Bangka-Belitung yang telah memberikan kepercayaan kepada PT Pusri dengan tetap menggunakan produk PT Pusri. Tri berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.

Memberi Solusi

Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengemukakan, PT Pusri adalah satu di antara perusahaan besar dari produk yang ada di Indonesia. Adanya Pupuk dari PT Pusri diharapakan dapat mencukupi kebutuhan para petani yang ada di Bangka Belitung.

“Kami harapkan bisa memberikan satu solusi. Kami menyambut baik kerja sama ini. Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat petani dalam hal kebutuhan pupuk, maka kita hadir pada hari ini (kemarin) bersama dengan mitra, yaitu untuk memenuhi kebutuhan,” kata Abdul Fatah.  Menurut Abdul Fatah, ke depan, yang ingin diangkat adalah produktivitas dari tanaman petani.

“Mungkin selama ini pupuk yang kita gunakan adalah pupuk yang belum mengarah kepada tataran peningkatan produktivitasnya. Hari ini (kemarin) kita hadir untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa inilah pupuk yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman,” jelasnya.

Abdul Fatah mengatakan, ini adalah pupuk non subsidi tetapi terasa bersubsidi karena produktivitasnya lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan dengan yang subsidi.

“Artinya, dengan uang yang non subsidi tersebut tapi produktivitasnya dua kali lipat, maka dengan kelebihan tersebut hasil yang diperoleh adalah sama (dengan subsidi),” bebernya. (Advertorial/lui)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved