Breaking News:

Berita Belitung

Kebutuhan Cabai Capai 1,8 Ton Perhari, Masih Banyak Didatangkan dari Luar Daerah

Belitung sekarang ini belum bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, lantaran tidak ada petani fokus menanam cabai.

kompas.com
Pedagang mensortir cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (10/02/2020). Harga cabai rawit merah turun menjadi Rp. 55.000 per kilogram setelah pasokan dari beberapa wilayah melimpah dan dilakukannya operasi pasar oleh pemerintah. 

POSBELITUNG.CO -- Cabai satu diantara kebutuhan mendasar warga di Kabupaten Belitung. Setiap hari, rata - rata orang mengkonsumsi cabai, mencapai 1,8 ton. Namun memenuhi kebutuhan cabai ini, sampai sekarang mengandalkan pasokan dari luar Belitung.

Lantaran pasokan cabai di Belitung, belum cukup memenuhi kebutuhan sehari - hari ini. Paling banyak cabai dikonsumsi masyarakat, cabai rawit. Ada cabai rawit didatangkan dari Jakarta, ada pula cabai hasil panen petani lokal atau cabai rawit Belitung.

"Tapi paling banyak didatangkan dari luar Belitung. Ya kalau cabai ini, sangat banyak sekali kebutuhannya, apabila dihitung perhari, itu mencapai 1,8 ton," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Destika Effenly kepada Pos Belitung, Jumat (25/12).

Apabila dihitung pertahun, kebutuhan cabai di Belitung sekitar 672 ton. Kebutuhan cabai merah besar sekitar 376 ton, dan cabai rawit 296 ton. Bila dihitung perorangan, kurun waktu satu tahun, orang mengkonsumsi cabai sekitar 2 kilogram (Kg).

"Yang paling banyak menjelang idul fitri, dan musim pernikahan. Apalagi cabai merah besar, saat - saat itu banyak dicari, tapi kalau hari - hari biasa cabai rawit," ucapnya.

Belitung sekarang ini belum bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, lantaran tidak ada petani fokus menanam cabai. 8000 orang petani ada di Belitung, ada yang bertani cabai sembari menanam sayur atau kebutuhan pokok lain.

"Jadi belum ada yang fokus cabai, malah ada petani - petani ini ada yang tidak menanam cabai. Padahal kalau dikelola betul - betul, ini sangat menjanjikan, apalagi sekarang harga cabai mengalami kenaikan, ini membawa keuntungan bagi petani," ujarnya.

Terdata, lahan cabai di Belitung sekarang ini ada 31,7 hektar. Pertanian cabai ini, ada pada  Kecamatan Badau, Membalong, Sijuk dan Tanjungpandan. Petani di Belitung, rata - rata menanam cabai, hanya 1/4 hektar lahan pertanian.

Jumlah tanaman cabai tersebut, pada satu kelompok tani, antara 2.000 hingga 2.500 pohon. Pada masa panen, satu pohon bisa menghasilkan 0,6 kilogram (Kg) buah caba. Apabila dihitung pada satu periode panen, hanya mencapai 1,5 ton.

"Satu periode itu dua bulan, dan rata - rata petani ini kurun waktu satu tahun, hanya dua periode panen. Yang menutupi kebutuhan selama ini, cabai dari luar," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved