Breaking News:

Pertamina Harus Evaluasi Sistem Distribusi Gas Elpiji, Tare: Banyak yang Cari Keuntungan di Situ

Ia menduga kelangkaan gas elpiji ini karena adanya penimbunan sehingga masyarakat terpaksa membeli dengan harga lebh tinggi.

dok bangka pos
H Muhtar Motong, Tokoh Masyarakat Belitung. 

POSBELITUNG.CO, TANJUNGPANDAN - Tokoh masyarakat Belitung, H Muhtar Motong (Tare) minta Pertamina mengevaluasi sistem distribusi gas elpiji di tingkat agen menyusul kesulitan masyarakat mendapatkan gas 3 kilogram.

Ia menduga kelangkaan gas elpiji ini karena adanya penimbunan sehingga masyarakat terpaksa membeli dengan harga lebh tinggi.

"Pertamina harus lebih jujur mengkoreksi dan mengevaluasi pendistribusian gas elpiji dari agen ke masyarakat. Bulan-bulan biasapun terjadi kelangkaan, bukan hanya karena gelombang besar dan kapal pengangkut gas tenggelam. Tapi sebenarnya sistem pendistribusian yang bermasalah," kata Tare kepada Pos Belitung, Kamis (24/12).

Menurutnya, Pertamina berkewajiban menata sistem pendistribusian gas elpiji karena ada ruang-ruang perbuatan jahat, penimbunan. Ada kesan masyarakat terpaksa membeli dengan harga lebih tinggi karena alasan gas tidak ada, tapi kenyataannya ditimbun.

"Ini menjadi PR Pertamina, apalagi gas elpiji 3 kilogram ini adalah subsidi untuk rakyat. Tapi banyak oknum yang mencari keuntungan di situ. Harusnya harga eceran tertinggi (HET) Rp 16 ribu, tapi dijual dengan harga Rp 25 ribu," katanya.

Menurutnya, Pertamina perlu melakukan kajian dan minta ke aparat hukum untuk menindak pelaku yang mempermainkan distribusi gas elpiji ini. Karena gas menyakkut hajat hidup orang banyak dan menyangkut masalah regulasi negara terhadap bagaimana memberi kenyamanan dan hak masyarakat untuk mendapat gas untuk rumah tangga.

Dikatakan Tare, kelangkaan gas Belitung dan Belitung Timur (Beltim) sudah menjadi tradisi, karena Pulau Bangka, Palembang dan Pulau Belitung dipisahkan lautan.

Pada bulan November, Desember dan Januari laut bergejolak, hal ini menyebabkan pengangkutan gas dari Bangka ke Belitung terganggu sehingga ada kelangkaan.

Menurutnya, pemerintah sudah membuat kebijakan kebutuhan rumah tangga menggunakan gas, sehingga ketergantungan Belitung terhadap gas luar biasa.

Terjadinya peristiwa kapal pengangkut gas tenggelam pada pertengahan November dan Besember menimbulkan keresahan di Belitung.

"Pertamina harus memberi kelonggaran ke agen untuk menambah kuota pada tiap bulan November, Desember dan Januari. Selain itu jam operasi tempat pengisian gas di Bangka ditambah dari pagi sampai malam. Dengan demikian volume gas yang dkirim ke Belitung semakin banyak, sehingga tidak terjadi kelanggkaan," katanya.

Tare berharap agen gas di Belitung mulai mendesak Pertamina untuk melakukan langkah ini. Bila perlu komunikasikan ke BPRD dan Bupati Belitung sehingga tidak terjadi kelangkaan gas lagi. (*)

Penulis: Tedja Pramana
Editor: Tedja Pramana
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved