Kisah Seorang Gadis Yang Dijual Oleh Ayahnya Seharga Rp 5,6 Juta, Ada Akta Penjualannya

Gadis itu memberanikan diri mengatakan yang ia alami setelah dijual oleh ayahnya sendiri.

Penulis: tidakada007 | Editor: Rusmiadi
indianexpress.com
Foto Ilustrasi Perdagangan Anak 

Ayah Jual Putrinya Seharga Rp 5,6 Juta, Akta Penjualan Ikut Ditandatangani Pemerintah

POSBELITUNG.CO – seorang ayah di Yaman tega menjual putrinya yang masih kecil seharga Rp 5,6 juta kepada seseorang.

Parahnya lagi, akta penjualan anak juga ditandatangani oleh perwakilan pemerintah Yaman.

Praktik penjualan anak ini terbongkar setelah sebuah unggahan di media sosial oleh Yemeni Feminist Voice menjadi viral.

Unggahan itu memuat foto seorang putri kecil Yaman yang dipegang oleh ayahnya.

Yemeni Feminist Voice juga memposting salinan dokumen resmi yang ditandatangani oleh beberapa orang, termasuk perwakilan dari pemerintah Yaman, laporan Gulf News, Selasa (29/12/2020).

BACA JUGA:

* Gisel Akui Rekam Video Adegan Syur Dirinya dengan Nobu, Polisi Sebut Sebagai Pembuat Konten Asusila

* Deretan Kejadian Aneh yang Pernah Terjadi di Dunia Penerbangan, Termasuk Penumpang Seekor Kucing

* Penghulu Ini Pakai Kaca Pembesar Untuk Cek Keaslian Cincin Nikah Pengantin, Ada Kejadian Emas Palsu

Dalam keterangan unggahan tersebut,  Yemeni Feminist Voice menulis bahwa pihak yang terlibat menjualnya seharga sekitar 400 dolar AS atau Rp 5,6 juta.

Dokumen tersebut, yang tidak menyebutkan tujuan atau alasan “kesepakatan”, adalah perjanjian resmi yang menyatakan penjualan gadis kecil bernama  “Lemon”.

Menurut dokumen yang dikeluarkan pada Agustus 2019 oleh Dirjen Dokumentasi di Kementerian Kehakiman Yaman, pria bernama Yasser Abdul Naser Saeed Al Salahi telah setuju untuk menjual putrinya.

Ia setuju menjual putrinya kepada seorang pria bernama Mohammad Hassan Ali Al Fatki seharga 200 ribu Riyal Yaman, atau Rp 11,3 juta.

Namun, uang Rp 11,3 juta itu tidak diterima secara penuh oleh Yasser, melainkan setengah dari harga yang dibayar, yakni Rp 5,6 juta.

Aktivis hak asasi manusia mengatakan upaya terdokumentasi untuk menjual gadis itu ditandatangani oleh pejabat pemerintah. 

“Perdagangan manusia masih ada di Yaman tanpa perubahan pada kenyataan buruk ini. “Lemon” dijual oleh ayahnya bersama dengan semua orang yang telah menandatangani dokumen ini," kata aktivis itu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved