Breaking News:

Masyarakat Mesopotamia Rayakan Tahun Baru pada Bulan Maret 2021, Ini Alasannya, Yuk Simak!

Pergantian tahun merupakan salah satu budaya perayaan yang menandai dimulainya hitungan hari pertama pada tahun berikutnya.

TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Warga Makassar menyalakan kembang api pada perayaan malam pergantian tahun baru di kawasan Flyover, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/1/2015). Ribuan warga Makassar memadati kawasan tersebut yang menjadi salah satu pusat perayaan menyambut tahun baru 2015. 

POSBELITUNG.CO - Pergantian tahun merupakan salah satu budaya perayaan yang menandai dimulainya hitungan hari pertama pada tahun berikutnya.

Pergantian tahun pada kalender Masehi jatuh pada 31 Desember 2020.

Awal tahun dimulai pada tanggal 1 Januari, begitu pula di Indonesia.

Namun masyarakat Mesopotamia, masyarakat yang hidup di tepian sungai Efrat dan Tigris di Negara Irak, merayakan pergantian tahun setiap tanggal 20 atau 21 atau 22 Maret.

Pada tahun 2021, mereka akan merayakannya di tanggal 21 Maret.

Mereka merayakannya saat matahari berada tepat di atas khatulistiwa.

Perbedaan tersebut terjadi karena masyarakat Mesopotamia tidak memperhitungkan seperempat hari yang tersisa dalam satu tahun.

Dilansir dari Time.com, pada 46 Sebelum Masehi, Seorang Kaisar Roma bernama Julius Caesar memutuskan untuk mengganti penanggalan.

Dalam mendesain kalender baru tersebut, Julius Caesar dibantu oleh ahli astronomi dari Iskandariyah bernama Sosigenes.

Julius menggunakan revolusi matahari sebagai acuan dalam membuat penanggalan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Mesir Kuno.

Satu tahun dalam penanggalan Julius Caesar dihitung sebanyak 365 1/4 hari atau 365,25 hari, sedangkan masyarakat Mesopotamia tidak menghitung kelebihan seperempat hari tersebut.

Dalam kurun 268 tahun, terdapat perbedaan hari, sehingga tahun baru antara masyarakat Mesopotamia berbeda 67 hari dengan penanggalan baru yang dibuat Julius Caesar .

Julius Caesar mengurangi 67 hari dari tahun baru Mesopotamia, sehingga mulai 45 SM pergantian tahun dimulai pada 1 Januari.

Julius Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun sekali, satu hari ditambahkan pada bulan Februari, untuk menghindari penyimpangan dari seperempat hari dalam setiap tahunnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul : Ini Alasan Masyarakat Mesopotamia Rayakan Tahun Baru Pada Bulan Maret 2021

Editor: Novita
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved