Breaking News:

Covid-19 di Babel Terus Bertambah, Erzaldi Orang Pertama Divaksin, Sanem Enggan Karena Alasan Ini

Kasus penyebaran covid-19 di Bangka Belitung masih terus terjadi, sedangkan vaksin yang diberikan pemerintah baru ada 4.000 vaksin

Penulis: Hendra | Editor: Hendra
TRIBUN/BIRO PERS/MUCHLIS Jr
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di terminal cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (6/12/2020). Selanjutnya vaksin asal Cina tersebut langsung dikirim ke Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/MUCHLIS Jr 

Karenanya Erzaldi menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk disuntik vaksin covid-19.

"Tentunya ini untuk kebaikan kita semua, semoga ikhtiar ini memberi manfaat untuk masyarakat Babel," ujarnya.

Sanem Tak Mau Jadi yang Pertama

Sementara itu Bupati Belitung, Sahani Saleh tak mau bila dirinya menjadi orang pertama di Belitung untuk disuntikkan vaksin covid-19.

Bukan karena takut, tetapi ia memiliki alasan tersendiri agar dirinya bukan orang yang pertama disuntik vaksin Covid-19.

Sanem menilai ada orang yang lebih penting untuk disuntikkan vaksin ketimbang dirinya.

Alasan lain Sahani Saleh tidak ingin disuntik vaksin, lantaran secara bantin belum bersedia, dan tubuhnya masih dalam keadaan sehat.

"Saya bukan tidak berani, buat apa badan sehat - sehat, tapi kalau misalkan sekalipun dipaksakan, mediskan fisik harus fit, terlepas dari itu batin harus menerima, kalau batin tidak menerima tidak akan beraksi tetap," jelasnya.

Alasan lainnya kata Sanem bahwa yang lebih diutamakan untuk disuntik vaksin adalah karena ia bukan tenaga media dan bukan pula masyarakat PBI (penerima bantuan iuran) pemerintah. 

"Saya tidak mau di vaksin, terus terang tidak bersedia. Pertama saya bukan PBI, dan bukan tenaga medis," kata Sanem kepada Posbelitung.co, senin (4/1/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved