Breaking News:

Berita Belitung Timur

Prioritas Dana Desa 2021 Tetap Alokasikan BLT DD

2021 prioritas dana desa masih tetap mengalokasikan BLT DD sejumlah Rp300.000 per keluarga penerima manfaat (KPM) selama 12 bulan.

Posbelitung/suharli
Kepala Dinas sosial pemberdayaan masyarakat dan desa (DSPMD) Kabupaten Belitung Timur, Ida Lismawati. 

POSBELITUNG.CO - Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Kabupaten Belitung Timur (Dinsos PMD Beltim), Ida Lismawati menyampaikan 2021 prioritas dana desa masih tetap mengalokasikan BLT DD sejumlah Rp300.000 per keluarga penerima manfaat (KPM) selama 12 bulan.

"Artinya ini sebenarnya kami selaku pemerintahan daerah maupun pemerintahan desa mengharapkan kebijaksanaan pemerintahan pusat untuk menetapkan prioritas penggunaan dana desa tidak disamaratakan ke setiap daerah, karena memang kondisi situasinya berbeda," ujar Ida kepada posbelitung.co, Selasa (5/1/2021).

Dia mengatakan, ada daerah yang memang benar-benar membutuhkan penanganan ekonomi masa pandemi ini cukup tinggi karena mungkin situasi ekonomi maupun situasi sosial kerawanan sosial yang cukup tinggi, namun ada daerah-daerah yang notabene sebenarnya tidak separah daerah lain.

Dia menjelaskan penerapan aturan yang dibuat oleh pemerintah daerah terhadap prioritas penggunaan dana desa ini berlaku secara umum, tidak ada pengecualian dalam hal ini.

"Artinya mau tidak mau, suka tidak suka ketika si pemberi dana atau dalam hal ini pemerintahan pusat melalui Kementerian Desa sudah menetapkan aturan seperti itu, artinya semua pemerintahan desa harus patuh harus anggarkan atau kemudian mengalokasikan Rp300.000 per KPM yang nanti dilakukan musyawarah lagi penetapannya dan harus memberikannya," ujarnya.

Adapun yang disampaikan Ida, menurutnya ada beberapa konsepsi, tentunya ada kegiatan atau program yang sudah direncanakan oleh pemerintah desa yang ini merupakan prioritas yang tidak bisa terlaksana, karena sumbernya memang benar-benar dari Dana Desa.

"Kami tidak bisa menyalahkan kalau si pemberi dana menginginkan pemberi dana ini diprioritaskan atau dibelanjakan untuk program mereka, ya kita tidak bisa berbuat banyak, seperti misalnya kita memberikan uang kepada anak kecil ini buat beli es atau beli jajan dia harus patuh
untuk membeli itu tidak bisa membelanjakan dalam bentuk lain," ujarnya.

Kemudian, dia juga menyampaikan yang bisa digunakan ini hanya pada masa pandemi, saya pikir ini kebijaksanaan ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintahan Beltim saja atau ditemukan desa di Kabupaten Belitung Timur saja ini mestinya juga dirasakan dampak ini ekonominya secara umum secara luas oleh masyarakat lain.

"Artinya Alokasi Dana Desa pun yang itu porsinya lebih besar diberikan kepada desa untuk wilayah kita, dana desa itu tidak bisa diharapkan lebih banyak juga untuk menutupi perencanaan kegiatan yang sudah direncanakan awalnya melalui dana desa, artinya ada keterbatasan dana alokasi dana desa yang cukup besar ini juga dibelanjakan di bidang-bidang lain,seperti penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan dan lainnya," ujarnya. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved