Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sudah Berikan SP3, Wali Kota Ultimatum Lokalisasi di Pangkalpinang Harus Bersih Pada Januari 2021

Persoalan lokalisasi di Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang menjadi sorotan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen).

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen). 

"Mereka ini harus keluar, mereka yang tidak punya KTP kita artinya mereka harus keluar. Aparat hukum kita bukan main-main, insyaallah mereka akan yakin mengikuti," katanya.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran mengatakan, hari ini, Selasa (5/1/2021) dirinya beserta Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang akan melaksanakan rapat koordinasi penutupan dan pengosongan lokalisasi dan prostitusi Teluk Bayur dan Parit Enam tersebut.

"Kalau kita dari Pol PP kalau sudah diminta turun kita turun secepatnya untuk penutupan dan pengosongan, tapi kita kan juga harus berkoordinasi dengan dinas terkait bagaimana mereka (mucikari-red) setelah pengosongan itu," jelas Efran.

Menurutnya, ia menargetkan bahkan dalam minggu ini juga dua lokalisasi di Kota Pangkalpinang tersebut sudah bersih atau dikosongkan.

"Kalau saya sendiri menargetkan minggu ini juga sudah selesai, tinggal kita tertibkan kita segel temptnya menggunakan police line. Nah yang mucikarinya itu yang menjadi masalah dan kita juga tidak ingin habis ditertibkan mereka besok datang lagi," sebutnya.

Kata Efran, kedepannya nanti sedang diatur strategi bagaimana tetap mengamankan dua tempat tersebut agar tidak kembali membuka.

"Nah itu sudang kami atur, nanti tim kita akan ngepam disitu setiap hari pakai tenda  jangan sampai mereka membuka kembali," ungkap Efran.

( Bangkapos.com / Andini Dwi Hasanah )

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved