Breaking News:

Tanjungpandan Mengalami Inflasi 1,49 Persen pada Desember 2020, Ini Penyebabnya

Sedangkan sebagian kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen.

Editor: Novita
tribun medan
Ilustrasi cabai merah yang menjadi satu di antara penyebab inflasi di Tanjungpandan pada Desember 2020. 

POSBELITUNG.CO - Pada Desember 2020 Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 1,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,64.

Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung yang diterima posbelitung.co, Selasa (5/1/2021) malam, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran.

Yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,71 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,42 persen; kelompok transportasi sebesar 1,08 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,31 persen.

Sedangkan sebagian kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen.

Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

Sementara itu, pada Desember 2020 kelompok energi mengalami inflasi sebesar 1,04 persen dengan IHK sebesar 101,18.

Komponen bahan makanan pada Desember 2020 mengalami inflasi sebesar 4,28 persen dengan IHK 108,55.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 2,11 persen.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2020 antara lain, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, telur ayam ras, ikan tongkol, cumi-cumi, ikan kembung, dan ikan ekor kuning.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: beras, bawang merah, minyak goreng, jeruk, dan semangka.

Pada Desember 2020, dari 11 kelompok pengeluaran, sebanyak delapan kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, satu kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi dan dua kelompok tidak
memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi maupun deflasi Kota Tanjungpandan.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman,
dan tembakau sebesar 1,2071 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah
tangga sebesar 0,1235 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin
rumah tangga sebesar 0,0075 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0079 persen; kelompok
transportasi sebesar 0,1206 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar
0,0175 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,0010 persen; serta kelompok
perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0167 persen.

Sebagian kelompok pengeluaran lainnya memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0059 persen.

Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran serta kelompok pendidikan tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi maupun deflasi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved