Breaking News:

Tragedi Capitol Hill 4 Tewas, Iran Cibir Amerika, Rouhani: Demokrasi Barat Rapuh, Trump Sakit Jiwa

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kejadian itu menunjukkan betapa lemahnya demorasi barat, Amerika Serikat.

(AFP PHOTO/JOSEPH PREZIOSO)
Massa pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bentrok dengan pasukan keamanan saat mereka menerobos masuk Gedung Capitol, Washington DC, paa 6 Januari 2021. Bentrokan terjadi setelah massa berusaha menghentikan kemenangan Joe Biden. (AFP PHOTO/JOSEPH PREZIOSO) 

POSBELITUNG.CO, TEHERAN - Gedung Capitol Hill Amerika Serikat diserang oleh para pendukung Donald Trump.

Padahal Amerika Serikat disebut-sebut menjunjung tinggi demokrasi.

Tak sedikit pemimpin dunia yang mengkritik atas penyerangan Capitol Hill merupakan sebuah tragedi rusaknya demokrasi di Amerika Serikat.

Salah satunya, negara seteru yakni Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kejadian itu menunjukkan betapa lemahnya demorasi barat, Amerika Serikat.

Berbicara pada hari Kamis waktu setempat, ia menyampaikan kecamannya terhadap demokrasi Barat.

Rouhani bahkan menyarankan para pemimpin masa depan AS 'belajar' dari apa yang terjadi pada Rabu kemarin,

saat protes berujung kekerasan yang berlangsung di Capitol Hill menyebabkan empat orang tewas.

BACA JUGA:

--> Massa Serang Gedung Capitol Hill, Partai Republik Murka, Usul Segera Copot Donald Trump

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved