Breaking News:

Pemerintah Gandeng Importir serta Perajin Tempe dan Tahu, Kini Kedelai Dijual Rp 8.500 per Kg

Gerakan operasi pasar dilakukan untuk komoditas kedelai dalam 100 hari ke depan guna menekan harga yang tinggi.

kompas.com
Perajin tahu tempe di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan kenaikan harga kacang kedelai impor di pasaran saat ini. Mereka pun terpaksa memperkecil ukuran produksi agar tidak merugi. 

Kemudian, pada 100 hari kedua, Kementan akan fokus menggenjot produksi kedelai lokal. Sehingga diharapkan mengurangi Indonesia dari ketergantungan kedelai impor.

Syahrul mengatakan, Kementan akan mendorong petani untuk meningkatkan penanaman kedelai seiring dengan mendorong harga jual yang kompetitif.

"Jadi 200 hari ke depan, akan dilakukan lonjakan produktivitas (kedelai lokal). Ini importir juga sudah siap menerima," kata dia.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi menambahkan, gerakan stabilisasi pasokan dan harga kedelai di Rp 8.500 per kilogram secara khusus akan dilakukan di seluruh Pulau Jawa.

"Kami hanya fasilitasi importir dan perajin tahu-tempe, dan kesepakatannya lakukan gerakan stabilisasi pasokan dan harga dalam jangka waktu 100 hari ke depan," ujar Agung.

Menurut Agung, evaluasi berkala akan dilakukan setiap bulan selama 100 hari ke depan.

Ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan pasokan kedelai dalam negeri, termasuk juga pergerakan harganya mengingat tahu-tempe merupakan pangan yang cukup digemari masyarakat.

Di sisi lain, lanjut Agung, kedua pihak juga menyepakati dalam gerakan stabilisasi ini penyaluran kedelai dilakukan langsung dari importir ke perajin.

Sehingga bisa memotong rantai pasok dan menjaga kestabilan harga kedelai.

"Ini untuk bisa menjaga Rp 8.500 per kilogram, mudah-mudahan ini bisa dilakukan dalam 100 hari, dan kami juga akan lakukan evaluasi," pungkas Agung. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Stabilkan Harga dan Pasokan, Kini Kedelai Dijual Rp 8.500 per Kg"

Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved