Donald Trump Pastikan Absen Pelantikan Joe Biden, Wapres Mike Pence Dapat Tekanan untuk Hadir

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan takkan hadir dalam pelantikan rivalnya, Joe Biden, 20 Januari nanti. Berbeda dengan Wapres.

Editor: M Ismunadi
AP/Alex Brandon
Presiden Donald Trump mengacungkan jempol dari Blue Room Balcony saat kembali ke Gedung Putih Senin, 5 Oktober 2020, di Washington, setelah meninggalkan Rumah Sakit Militer Nasional Walter Reed, di Bethesda, Maryland. Trump mengumumkan bahwa dia dinyatakan positif Covid-19 pada 2 Oktober lalu. 

Donald Trump Pastikan Absen Pelantikan Joe Biden, Wapres Mike Pence Dapat Tekanan untuk Hadir

POSBELITUNG.CO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan takkan hadir dalam pelantikan rivalnya, Joe Biden, 20 Januari nanti.

"Bagi siapa pun yang bertanya, saya tidak akan datang pada Inaugurasi di 20 Januari," ujar si presiden di Twitter.

Adalah Wakil Presiden Mike Pence yang dikabarkan bersiap untuk datang.

Tetapi, dia menunggu untuk mendapat undangan.

Baca juga: Donald Trump Mati Kutu di Medsos, Akun Facebook dan Instagram Dikunci Tanpa Batas Waktu

Sumber kepada CNN Jumat (8/1/2021) menuturkan, Pence mendapat tekanan dari sekelilingnya untuk datang pada pelantikan Biden.

Pada Kamis (7/1/2021), kantor Pence menegaskan bahwa orang nomor dua di AS saat ini tersebut belum terkonfirmasi sebagai undangan.

"Anda tentu tidak bisa mendatangi sebuah acara jika Anda tidak diundang," ujar Wakil Sekretaris Pers Pence, Devin O'Malley.

Paige Waltz, juru bicara Komisi Kongresional Gabungan untuk Seremonial Inaugurasi berujar, presiden dan wakilnya biasanya tak diundang secara formal.

Sumber dari komisi mengungkapkan, undangan kepada presiden dan wakil presiden yang akan lengser biasanya dikirimkan di level staf.

Sebelumnya dalam video yang diunggah di Twitter, Trump menyiratkan untuk pertama kalinya dia mengakui kemenangan Biden.

"Pemerintahan baru bakal dilantik pada 20 Januari. Fokus saya sekarang adalah memastikan transisi kekuasaan secara mulus, teratur, dan sesuai hukum," jelasnya.

Sumber di Gedung Putih mengatakan, presiden 74 tahun itu merekam pidatonya karena menghadapi berbagai serangan.

Selain para pejabatnya mengundurkan diri, Trump mendapatkan tekanan karena Demokrat kembali bersemangat untuk memakzulkannya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved