Breaking News:

WIKI BELITUNG

Yuk Berwisata Sejarah di Galeri Maritim Belitung Timur, Selisik Peninggalan Kapal Tenggelam

Ratusan tembikar terpajang cantik di ruangan seluas 20 x 9 meter di pusat Kota Manggar tepatnya berada di Kawasan Pasar Lipat Kadjang.

Yuk Berwisata Sejarah di Galeri Maritim Belitung Timur, Selisik Peninggalan Kapal Tenggelam - gal1.jpg
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Gedung Galeri Maritim Belitung Timur (GMBT) yang terletak di pusat Kota Manggar tepatnya berada di Kawasan Pasar Lipat Kadjang.
Yuk Berwisata Sejarah di Galeri Maritim Belitung Timur, Selisik Peninggalan Kapal Tenggelam - gal3.jpg
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Ratusan tembikar hasil kapal tenggelam di perairan Beltim dipajang di Galeri Maritim, Sabtu (9/1/2021)
Yuk Berwisata Sejarah di Galeri Maritim Belitung Timur, Selisik Peninggalan Kapal Tenggelam - gal5.jpg
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Wartawan Posbelitung.co saat berkunjung ke Galeri Maritim Belitung Timur (GMBT) yang berada di pusat Kota Manggar tepatnya berada di Kawasan Pasar Lipat Kadjang.

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Ratusan tembikar terpajang cantik di ruangan seluas 20 x 9 meter di pusat Kota Manggar tepatnya berada di Kawasan Pasar Lipat Kadjang.

Saat langkah kaki pertama masuk ke ruangan itu kita langsung bisa melihat kemegahan kreativitas tembikar mulai dari abad ke-9 hingga abad 19.

Di sini Anda bisa melihat mangkok, guci, piring, pasu, dan tempayan yang berasal dari berbagai dinasti asal Tiongkok. Tempat ini bernama Galeri Maritim Belitung Timur (GMBT).

Ditemui Posbelitung.co, Sabtu (9/1/2021), penjaga GMBT Mirza menjelaskan perairan Belitung Timur merupakan wilayah yang banyak terdapat kapal tenggelam sehingga potensi Sumber Daya Arkeologi Maritimnya sungguh besar.

Mirza mengungkapkan, banyak kapal dagang Tiongkok yang melewati perairan Belitung Timur dan banyak di antaranya karam karena banyaknya karang.

Banyaknya kapal dagang Tiongkok dikarenakan Belitung Timur dulunya terletak pada jalur sutra atau silk road wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya dan merupakan jalur perdagangan rempah dunia dengan berbagai komoditas rempah-rempah, seperti lada.

"Hasil dari muatan kapal tenggelam itulah yang diabadikan dan menjadi saksi mati atas sejarah berabad-abad lalu yang bisa Anda saksikan di galeri ini. Kapan lagi berwisata sambil menggali ilmu tentang sejarah peninggalan kejayaan masa lalu Beltim, kan?" tambah Mirza.

Ia mengatakan pihaknya akan mendampingi sehingga pengunjung yang datang bisa mendapatkan pengetahuan tentang benda-benda bersejarah di galeri ini.

Ratusan tembikar hasil kapal tenggelam di perairan Belitung Timur dipajang di Galeri Maritim, Sabtu (9/1/2021)
Ratusan tembikar hasil kapal tenggelam di perairan Belitung Timur dipajang di Galeri Maritim, Sabtu (9/1/2021) (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Mirza menjelaskan, benda koleksi tertua adalah tempayan asal Tiongkong Dinasti Tang yang ditemukan di Situs Batu Itam. Tempayan ini diperkirakan dibuat pada abad ke-9.

Mirza mengakui sampai sekarang masih sedikit yang berkunjung karena tempat ini baru dibuka pada 4 Januari 2020 lalu.

Untuk itu, ia mengajak seluruh warga Pulau Belitung agar berkunjung ke objek wisata edukasi yang baru di Beltim ini.

"Yuk ke Galeri Maritim Belitung Timur. Saat ini masuknya gratis dan buka setiap hari. Senin - Jumat pukul 09.00 - 16.00 WIB dan Sabtu - Minggu pukul 09.00 - 15.00 WIB," kata Mirza. ( Posbelitung.co / BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved