Breaking News:

Berita Belitung

Meski Murid Sedikit Sekolah Tetap Berjalan, Begitulah Kondisi di Pulau Terluar

Dipastikan ada delapan sekolah dasar (SD) yang berada di Pulau Terluar, seperti di Pulau Mendanau, Pulau Buntar, Pulau Kuil, Pulau Gersik dan Pulau

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
net/google
Ilustrasi murid SD 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dipastikan ada delapan sekolah dasar (SD) yang berada di Pulau Terluar, seperti di Pulau Mendanau, Pulau Buntar, Pulau Kuil, Pulau Gersik dan Pulau Sumedang.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung, Yuswardi memastikan jumlah sekolah yang dimaksud.

Di pulau ini, penghuninya sebagian besar nelayan, kebanyakan sudah urbanisasi ke Tanjungpandan sehingga semakin hari penduduknya semakin sedikit. Hal itu turut mempengaruhi jumlah peserta didik yang belajar.

"Terakhir jumlah siswa SDN 8 Selat Nasik di Pulau Buntari itu ada 10 siswa, dari kelas 1 sampai kelas 6," ujarnya.

Meski jumlah siswa sedikit, menurutnya hingga saat ini belum ada niat atau rencana menggabungkan dengan sekolah lain. Karena mempertimbangkan akan sulit bagi siswa kalau harus meninggalkan pulau.

"Meski jumlah murid sedikit tetap diupayakan sekolah tetap berjalan," tambah Yuswardi.

Sekolah-sekolah di pulau terluar, kata dia, memang memiliki tantangan terutama bagi aktivitas guru karena kapal menuju pulau tak setiap hari ada. Sehingga terkadang pihak sekolah kesulitan ketika ada pertemuan di Tanjungpandan.

Dalam kondisi pandemi, aktivitas belajar-mengajar di tempat-tempat tersebut kebanyakan masih dilakukan dengan pertemuan tatap muka. Karena jumlah siswa yang sedikit, serta jarang ada orang keluar-masuk pulau selain penghuninya, serta akses jaringan internet yang sulit.

Usulan pembangunan atau rehabilitasi sarana dan prasarana pun tetap diberikan seperti halnya sekolah lain. Seperti kini ada usulan rehabilitasi rumah dinas dan pembangunan ruang guru buat SDN 29 Membalong yang berada di Pulau Sumedang.

Sementara itu, sudah 16 tahun Asnawati mengajar dan mendidik siswa di SD Negeri 8 Selat Nasik yang tepatnya berada di Pulau Buntar. Sejak lulus menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 2005 silam, ia langsung ditempatkan di pulau tersebut. Ia memulau karir sebagai guru, hingga akhirnya kini menjadi kepala sekolah di SD itu.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved