Breaking News:

Berita Belitung Timur

Tim Gabungan Razia TI Rajuk di DAS Lenggang Karena Cemari Air PDAM

Tim gabungan yang dipimpin oleh Pol PP Belitung Timur merazia Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Tim gabungan saat foto di lokasi penertiban, Senin (11/1/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Tim gabungan yang dipimpin oleh Pol PP Belitung Timur merazia Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang, Gantung, Senin (11/1/2021) siang.

Tim gabungan mendatangi dua lokasi pada razia kali ini namun tidak ditemukan seorang pun penambang. Di tempat pertama tim tidak mendapati ponton rajuk, baru di tempat kedua ada belasan ponton rajuk yang sedang tidak beroperasi.

Kasi Gakkum Satpol PP Beltim Lukman Hakim mengatakan razia kali ini dilakukan secara persuasif yang nantinya akan ditingkatkan menjadi penindakan setelah evaluasi.

Ia mengatakan ada beberapa kendala dalam mengurai beroperasinya TI rajuk ini, satu di antaranya ialah kurang sadarnya masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

"Selain itu juga ada faktor X yang harus ditoleransi, seperti adanya kepentingan dalam kegiatan ini," kata Lukman. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut kepentingan apa yang dimaksud.

Saat ditanya tentang tidak adanya penambang yang ditemukan di lokasi, Lukman menegaskan razia semacam ini akan terus dilakukan dan disampaikan ke bupati. Ia ingin semua pihak tahu bahwa kondisi semacam ini sudah kritis, tak hanya di Lenggang tapi juga di kawasan lain seperti di Damar.

Disaat bersamaan posbelitung.co melihat puluhan orang yang diduga penambang tengah keluar dari kawasan yang sudah dipagar besi tersebut. Namun, tidak ada upaya pengejaran dari para petugas.

Saat ditanya apakah ada back-up terhadap kegiatan ilegal ini, Lukman tidak mau mengomentarinya. Ia hanya ingin ada kesadaran seluruh masyarakat, siapapun oknumnya ia minta agar taati aturan.

Semua pihak, menurutnya harus mendukung kebijakan pemerintah untuk keutuhan lingkungan hidup di Beltim. Ia mengaku sudah beberapa kali mengadakan forum kepada kecamatan, PT Timah, Kapolsek, anggota DPRD, bagaimana solusi terbaik untuk penambangan di Lenggang itu. Namun, lanjutnya, tetap alasannya pada pemenuhan kebutuhan mereka sehari-hari.

Ia sendiri tidak bisa menyebutkan target kapan semua ini akan bersih. Kalau masih ada ke depannya akan terjunkan tim lagi soal penertiban ini.

"Tergantung perintah, kalau ada instruksi dari Kasat Pol PP," kata Lukman.

Kapolsek Gantung Iptu Wawan Suryadinata mengaku banyak mendapat laporan dari warga terhadap kegiatan ini. Ia pun mengaku sudah sering melakukan patroli di kawasan tersebut.

Menurutnya, pihak kepolisian akan bertindak secara terukur dalam menyikapi permasalahan ini. Ia beralasan mayoritas warga di sana masih menggantungkan hidup di sektor tambang. Selama belum ada solusi beralih dari tambang ia mengatakan hal ini akan terus terjadi.

"Mereka pun tidak punya keahlian lain, sedangkan di rumah ada anak dan istri yang harus dinafkahi," ujar Wawan sembari menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai penertiban TI rajuk ini. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved