Breaking News:

Faisal Basri Beberkan Soal Ekspor Timah Ilegal Banyak Oknum Terlibat

Sudah jelas, banyak pemegang IUP tidak memenuhi syarat. Karena tujuannya bukan itu. Mereka hanya mau jadi penadah hasil tambang ilegal.

kompas.com
Pengamat Ekonomi Faisal Basri 

Praktisi pertambangan timah Indonesia, Teddy Marbinanda, mengatakan bahwa praktik di lapangan menunjukkan pelanggaran aturan secara masif

Meski tidak ada verifikasi CPI, RKAB tetap disahkan oleh pemerintah daerah.

"Saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab kalau seperti ini kondisinya," ujarnya.

Ia pernah menemukan salah satu perusahaan timah di Bangka Belitung yang sedang dalam proses persiapan di menambang di wilayah konsesinya.

Anehnya, perusahaan itu sudah punya cadangan ratusan ton balok timah siap ekspor.

"Dari mana cadangan sebanyak itu? produksi belum dilakukan, hasilnya sudah ada," kata dia.

Selain itu, ada pula perusahaan yang kapasitas produksinya jauh di bawah jumlah balok timah yang diekspornya.

"Dihitung dengan cara apa pun, tidak sesuai. Anehnya, tetap diizinkan untuk ekspor. Kondisi seperti ini sudah terjadi bertahun-tahun," kata dia.

Teddy Marbinanda menambahkan pengabaian atas kekacauan tata kelola timah Indonesia akan merugikan negara. Sebab, negara kehilangan sumber daya tanpa mendapat penghasilan memadai.

"Hingga 90 persen lokasi penambangan ilegal ada di IUP PT Timah (BUMN yang dibentuk untuk mengurus timah). Sebagian besar hasil penambangan ilegal dijual ke pihak lain dengan harga murah. Tidak adil sekali bagi PT Timah dan negara," ujarnya.

Kata Luhut soal Timah dan Rare Earth di Babel

Terlepas dari sorotan Faisal Basri tersebut, pertengahan 2020 lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diketahui pernah meminta kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, segera memanfaatkan jaringan daring (online) untuk memasarkan atau ekspor produk timah.

Luhut menyebut, Bangka Belitung merupakan daerah kaya akan timah.

Ditambah lagi kini timah menjadi incaran seluruh dunia.

" Timah yang di Bangka itu secara langsung saya omong di parlemen mengandung rare earth. Nah, rare earth tersebut bisa diekstrak dari timah. Rare earth ini sekarang menjadi incaran dunia. Pak Gubernur, daerah Anda itu kaya sekarang manfaatkan fasilitas online ini," ujarnya dalam webinar virtual agenda Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), Selasa (23/6/2020) seperti dilangsir kompas.com pada artikel berjudul "Luhut: Pak Gubernur, Daerah Anda Itu Kaya..."

"Jadi Pak Gubernur, saya minta betul-betul produktif untuk bekerja. Kami akan bantu training-nya," sambung Luhut.

Pada sesi webinar virtual tersebut, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan menyampaikan, ingin fokus mengekspor timah ke berbagai negara luar namun tidak dalam bentuk balok. Melainkan, berupa bentuk bubuk atau solder.

"Ada produk pertambangan akan kami kembangkan dan ini sangat berhubungan sekali dengan kekuatan dari Jakarta. Tentunya aturan atau kebijakan bagaimana timah ini tidak lagi diekspor berupa balok, tetapi sudah harus melakukan hilirisasi berupa solder atau powder," ujarnya.

Erzaldi memastikan proyek timah tersebut akan segera berjalan.

Pihaknya sudah bekerja sama dengan perusahaan asal China, Sinomach-He selaku investor di Bangka Belitung.

"Insya Allah tahun ini hilirisasi itu sudah dapat kita jalankan," kata dia. (Tribunnews.com)

Editor: Rusmiadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved