Breaking News:

Berita Belitung Timur

Sempat Menangis Berhari-hari, Tapi Jamila Bisa Ikhlas Karena Niat Mencerdaskan Anak Bangsa

Menjadi seorang guru merupakan sebuah kehormatan. Guru ialah orang yang digugu dan ditiru. Hal itu tercermin dari seorang perempuan paruh baya

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Jamila 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Menjadi seorang guru merupakan sebuah kehormatan. Guru ialah orang yang digugu dan ditiru. Hal itu tercermin dari seorang perempuan paruh baya berumur 57 tahun. Ia tinggal di Desa Batu Penyu, Gantung. Perempuan itu bernama Jamila.

Ia merupakan kepala sekolah di SD 16 Gantung. Sekolah tersebut tidak berada di daratan Pulau Belitung, namun di pulau terluar yaitu Pulau Sikunyit. Saat posbelitung.co bertandang ke rumahnya, langsung disambut sapaan hangat; mari masuk.

Tingginya sekitar 155 cm dan langsung terlihat perangainya yang ramah. Ia menceritakan ia baru tahu sekolahnya akan ditutup sejak Desember 2020 lalu. Saat tahu sekolahnya akan ditutup, ia merasa senang bercampur sedih.

Senang karena sudah tidak lagi menyeberangi laut diumurnya yang sebentar lagi pensiun. Sedih karena akan meninggalkan semua kenangan mengajarnya sejak 12 tahun lalu.

Sejak 2009 ia ditugaskan menjadi guru dan kepala sekolah di sekolah tersebut. Saat tahu bakal ditugaskan ke pulau, ia mengaku sempat menangis berhari-hari. Tapi ia mencoba ikhlas dan membulatkan komitmen untuk mengabdi pada bangsa.

"Akhirnya bisa legowo. Karena juga tujuannya kan mulia yaitu mencerdaskan anak bangsa," kata Jamila saat ditemui posbelitung.co di rumahnya, Selasa (12/1/2021).

Ia yang sudah menjadi PNS sejak 1989 itu mengatakan tak bisa berbuat apa-apa lagi ketika sekolah itu ditutup. Karena ia pun paham bahwa penduduk di sana sudah pindah semua ke daratan Pulau Belitung.

Ia mengatakan alasan warga pindah ke daratan karena di Pulau Sikunyit sudah tidak ada lagi penerangan. Dulunya sempat ada pembangkit listrik tenaga surya, namun beberapa bulan belakangan pembangkit itu sudah tidak berfungsi.

Di sekolahnya sendiri, ia masih mempunyai murid sebanyak tujuh orang. Kelas enam sebanyak empat orang, kelas empat sebanyak dua orang, dan kelas dua hanya satu orang. Sedangkan pengajar ada guru PNS hanya ada dua, dia dan seorang guru agama. Selain itu ada tiga orang tenaga pengajar PTT.

Perjalanan menuju sekolah itu ditempuh sekitar tiga jam perjalanan laut. Jamila mengaku pernah mengalami kejadian yang hampir membuatnya tenggelam. Saat itu dikarenakan ada hujan badai saat ia sedang di tengah laut.

Halaman
12
Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved