Breaking News:

Ogah Diganggu China dan Vietnam, Angkatan Laut Indonesia Buat Kapal Perangnya Makin Garang

Indonesia melalui militernya menambah kekuatan maritimnya untuk mencegah kapal penangkap ikan China dan Vietnam memasuki Laut Natuna.

TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO
(Ilustrasi Kapal Perang Indonesia) Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan kapal perang KRI Usman Harun di Puslabuh TNI AL di Selat Lampa, Natuna, Rabu (8/1/2020). Selain itu Jokowi juga mengadakan silaturahmi dengan para nelayan di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa Natuna. 

POSBELITUNG.CO - Indonesia melalui militernya menambah kekuatan maritimnya untuk mencegah kapal penangkap ikan China dan Vietnam memasuki Laut Natuna.

Hal itu dilansir Tribunjambi.com dari scmp.com pada Selasa (12/1/2021).

Di akhir tahun 2020 kemarin, kekuatan maritim sipil Indonesia mempersenjatai kapalnya dengan senapan mesin.

 Langkah ini untuk melengkapi pasukan Bakamla dan dipandang sebagai tindakan penyeimbangan untuk menghadapi serangan China.

Tentu saja cara ini juga tidak akan membahayakan hubungan bilateral yang berkembang dengan Beijing dan pada saat yang sama meredakan potensi kemarahan domestik atas perambahan China.

Diketahui bahwa China mengklaim wilayah Laut China Selatan.

Tetapi Indonesia sendiri tidak ikut serta dalam sengketa tersebut.

Namun banyaknya kapal penjaga pantai China yang masuk wilayah Laut Natuna, membuat Indonesia mengambil sikap tegas.

Oleh karenanya, menambahkan senjata di kapal Bakamla adalah bentuk pertahanan diri Indonesia.

Lalu seperti apa kehebatan senjata baru Indonesia tersebut?

Halaman
123
Penulis: tidakada008
Editor: Rusmiadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved