Breaking News:

Pascakebijakan Baru WhatsApp, Pengguna Telegram Tembus 500 Juta, CEO Mulai Berpikir Pajang Iklan

Mengawali tahun 2021, layanan pesan instan Telegram akhirnya memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan. Jumlah ini naik signifikan.

ist
Telegram Messenger. Pascakebijakan Kebijakan Baru WhatsApp, Pengguna Telegram Tembus 500 Juta, CEO Mulai Berpikir Iklan 

Membludaknya pengguna baru Telegram agaknya merupakan buntut dari pembaruan kebijakan layanan dan privasi pesaingnya, WhatsApp, yang digulirkan beberapa hari lalu.

Salah satu pembaruan yang membuat pengguna khawatir adalah soal berbagi informasi  (sharing information) antara WhatsApp dengan perusahaan induknya, Facebook.

Dalam laman FAQ WhatsApp, informasi pengguna yang akan diteruskan ke Facebook termasuk nomor telepon, alamat IP, data transaksi, hingga informasi perangkat.

Sejak saat itu, WhatsApp agaknya mulai mengalami penurunan pamor.

Sejumlah pengguna memilih meninggalkan aplikasi tersebut kemudian beralih kepada aplikasi pesan instan lain yang dianggap lebih "aman" digunakan, seperti Telegram.

Baca juga: WhatsApp Mulai Ditinggalkan, Pengguna Ramai Beralih ke Telegram dan Signal

Hal ini dapat dilihat dari laporan beberapa firma riset aplikas.

Seperti Sensor Tower yang mengatakan WhatsApp mengalami penurunan jumlah unduhan yang signifikan, yakni hingga 11 persen pada minggu awal Januari 2021, dibandingkan periode sebelumnya.

Firma riset aplikasi App Annie juga melaporkan terjadi penurunan peringkat WhatsApp di daftar aplikasi terpopuler, baik di Android dan iOS. 

App Annie menyebut jumlah unduhan WhatsApp pada Selasa (12/1/2021) menempati peringkat ke-38 di Amerika Serikat dan peringkat ke-10 di Inggris.

Peringkat ini tercatat lebih rendah dari periode sebelumnya.

Halaman
1234
Editor: M Ismunadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved