Breaking News:

Setelah 68 Tahun, AS untuk Pertama Kalinya Eksekusi Wanita Terpidana Mati, Pakai Suntikan Mematikan

Satu-satunya wanita terpidana mati di Amerika Serikat dieksekusi setelah Mahkamah Agung membatalkan hukuman tersebut oleh pengadilan yang lebih rendah

Kompas.com Via Sky News
Lisa Monthgomery (52 tahun) menjadi wanita pertama yang dieksekusi mati oleh pemerintah AS sejak 1953. Eksekusi mati dilakukan pakai suntikan mematikan. 

Setelah 68 Tahun, AS untuk Pertama Kalinya Eksekusi Wanita Terpidana Mati, Pakai Suntikan Mematikan

POSBELITUNG.CO - Satu-satunya wanita terpidana mati di Amerika Serikat telah dieksekusi setelah Mahkamah Agung membatalkan hukuman tersebut oleh pengadilan yang lebih rendah.

Lisa Monthgomery (52 tahun) dihukum mati dengan suntikan mematikan pada Rabu pagi (13/1/2021) di kompleks penjara federal di Terre Haute, Indiana, dan dinyatakan meninggal pada pukul 1.31 waktu setempat.

Monthgomery dijatuhi hukuman mati karena mencekik ibu hamil dan memotong bayi dari rahimnya.

Melansir Sky News pada Rabu (13/1/2021), dia adalah wanita pertama yang dihukum mati oleh pemerintah AS sejak 1953 atau 68 tahun lalu.

Montgomery berkendara sejauh 274 kilometer dari rumahnya di Kansas ke rumah peternakan anjing yang hamil tua, Bobbie Jo Stinnett (23 tahun) di Skidmore, Missuri pada Desember 2004 dengan pura-pura menggendong anak anjing.

Namun, kemudian ia mencekik wanita hamil itu dengan tali dan menggunakan pisau untuk melakukan operasi caesar sebelum melarikan diri dengan bayi perempuan prematur.

Baca juga: Tiba-tiba Kemenlu AS Umumkan Pengunduran Diri Donal Trump sebagai Presiden pada 11 Januari Kemarin

Dia ditangkap setelah mencoba untuk mengklabui bahwa itu anaknya karena ingin memenangkan hak asuh atas 2 dari 4 anaknya dalam perselisihan.

Jejak komputernya menunjukkan bahwa dia telah meneliti operasi caesar dan memesan peralatan persalinan.

Pada Selasa (12/1/2021), seorang hakim di Indiana memberikan penundaan eksekusi berdasarkan bukti bahwa Montgomery tidak dapat memahami alasan pemerintah untuk mengeksekusinya.

Halaman
123
Editor: M Ismunadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved