Breaking News:

Berita Belitung

Smansa Tanjungpandan Raih Penghargaan Sekolah Literasi Nasional

SMA Negeri 1 Tanjungpandan menerima penghargaan sebagai sekolah aktif literasi nasional. Penghargaan tersebut diberikan oleh Gerakan Menulis Buku

IST/Dok Jantimala
Kepala SMAN 1 Tanjungpandan Jantimala saat menunjukkan piagam penghargaan sekolah aktif literasi nasional, Rabu (13/1/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - SMA Negeri 1 Tanjungpandan menerima penghargaan sebagai sekolah aktif literasi nasional. Penghargaan tersebut diberikan oleh Gerakan Menulis Buku (GMB) Indonesia dan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB).

"Bagi kami, penghargaan ini adalah realisasi dari program literasi sekolah. Dan menjadi pemacu untuk semua warga sekolah menggiatkan gerakan literasi nasional," ujar Kepala SMAN 1 Tanjungpandan Jantimala, Rabu (13/1/2021).

Ia menjelaskan, sebagai komitmen mengembangkan literasi, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (Mou) dengan GMB dan GSMB buat pemberian materi literasi kepada siswa dan  penulisan buku kumpulan karya siswa untuk diterbitkan.

Makanya, sekolah tersebut telah menerbitkan buku kumpulan puisi siswa sudah terbit dengan berjudul bersembunyi dibalik kesunyian yang disusun 131 siswa. Juga ada enam artikel gitu yang akan diterbitkan juga.

Selain penghargaan bagi sekolah, penghargaan juga diberikan kepala Kepala SMAN 1 Tanjungpandan sebagai kepala sekolah berprestasi dibidang literasi.

"Untuk penghargaan kepada  kepala sekolah merupakan penghargaan yang juga diberikan kepada kepala sekolah dan juga koordinator penggerak literasi Dra. Nurmariana.  Kami berupaya untuk mensukseskan program literasi nasional dan program literasi sekolah," ucapnya.

Sementara itu Koordinator Penggerak Literasi SMAN 1 Tanjungpandan Nurmariana menyebut ada beberapa program yang telah dilakukan pihak sekolah dalam menanamkan literasi bagi para sisa. Seperti lomba madong dan pemilihan bujang-dayang buku yang diseleksi berdasarkan jurnal literasi yang ditulis.

"Sebenarnya ada program seperti wajib kunjung perpustakaan, tapi memang dalam kondisi pandemi ini sulit diterapkan. Meski begitu guru tetap mengajak membaca dan mencari informasi, termasuk menganalisis bacaannya, agar mereka tetap ada kegiatan literasi," ucapnya.

"Program literasi sekolah yg sudah cukup baik. Ade jadwal unjuk gigi di lapangan setelah membaca. Tapi sejak Cici, program tersebut ditiadakan," imbuh dia.

Prestasi sekolah dalam kegiatan literasi ini, kata dia juga sebelumnya sempat diraih siswa bernama Pablo yang memenangkan debat yang mewakili Provinsi Bangka Belitung ke tingkat nasional.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved