Breaking News:

Berita Belitung

Tanpa Menerima Gaji, Firmansyah Pulang Pergi Pulau Serutu Hanya untuk Mendidik Anak Pulau

Ia menjadi seorang guru di SD Negeri 04 Pulau Serutu tanpa digaji sama sekali. Firman-biasa disapa, sudah mengajar di SD tersebut satu semester

Ist/Dok Pribadi
Firmansyah, pemuda Belitung yang mengajarkan di SD 04 Pulau Serutu, Dusun Serutu, Desa Betok Jaya, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. 

POSBELITUNG.CO -- Suatu keputusan sangat berat sudah dilakukan oleh aktivitas lingkungan, Firmansyah (28). Bujangan bertempat tinggal di Billiton Regency, Tanjungpandan, Belitung tersebut memutuskan menjadi seorang guru di Pulau terpencil di Kalimantan Barat.

Alumni Akademi Manajamen Belitung (AMB) itu bisa disebut seorang pahlawan tanpa jasa. Anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala AMB) angkatan III ini menjadi seorang guru di Pulau Serutu, Dusun Serutu, Desa Betok Jaya, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

Ia menjadi seorang guru di SD Negeri 04 Pulau Serutu tanpa digaji sama sekali. Firman-biasa disapa, sudah mengajar di SD tersebut satu semester.

Keputusannya mengajar, lantaran pelajar di SD itu sudah hampir satu tahun, sebelum ia menjadi guru tidak pernah mendapatkan ilmu pendidikan. Murid yang dididik oleh lelaki hobi berpetualang itu ada 15 orang.

"Ya karena mereka tidak pernah belajar sama sekali selama hampir satu tahun, karena guru nya tidak pernah datang tanpa alasan apapun, jadi saya bicara dengan perangkat Desa di sana, diizinkan. Ya kasihan mereka butuh pendidikan, tapi tidak mendapat perhatian," kata Firman kepada Pos Belitung, rabu (13/1).

Firman mengajar dari kelas Paud hingga kelas 6 SD. Khusus untuk kelas 1 ada 1 orang siswa, kelas 2 ada 1 orang siswa, kelas 3 ada 4 orang siswa, kelas 4 ada 2 orang siswa, kelas 5 ada 1 orang siswa, dan kelas 6 kosong. Sedangkan siswa PAUD ada 6 orang.

"Ya saya ikhlas memberi mereka pendidikan dan tidak pernah dibayar. Terus terang saja, saya belajar seperti ini dari sahabat - sahabat saya. Pengabdian untuk masyarakat itu selalu kami pegang, ini tidak ada batasnya, kita berbuat baik, pertolongan Maha Kuasa akan datang dengan sendirinya," ujarnya.

Pulau Serutu merupakan pulau terluar antara Belitung dan Pulau Karimata. Tidak ada sinyal handphone (HP) dan transportasi laut yang rutin pada pulau tersebut. 

Apabila menempuh perjalanan dari Tanjungpandan, Belitung menuju Pulau ini memakan waktu sekitar 12 jam menggunakan kapal boat. Jika dari Kalimantan Barat, harus memakan waktu 23 jam. Jumlah penduduk di pulau ini, sebanyak 52 kepala keluarga (KK).

Bujangan ini berada di Pulau Serutu, lantaran ada saudaranya. Jika cuaca bagus, ia menjadi nelayan, dan beristirahat di Pulau tersebut.

"Mancing juga sudah jarang saya semejak jadi guru di SD itu, kalau ada waktu luang saja. Saya senang bisa mengajar mereka dan bisa lebih dekat dengan mereka, tapi duka nya jauh dari kota, dan tidak ada transportasi tetap untuk bolak balik Belitung Pulau Serutu," bebernya.

Tidak jarang apabila pulang sesaat ke Belitung, Firman mengumpulkan berbagai buku seadanya untuk dibawa ke Pulau Serutu, seperti buku cetak dan buku tulis.

"Jadi seperti itu lah, saya sudah pernah konfirmasi kepada Kepala Sekolah nya tentang guru tersebut, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban," bebernya.

Ia tergerak mengajar anak pulau, lantaran belajar hidup dari sebuah kegiatan mahasiswa selama menempuh pendidikan di AMB. Pada organisasi itu, Firman banyak belajar tentang pengabdian masyarakat.

"Dulu kan kami sering kegiatan sosial kesana kesini di Mapala, terus saya di Gapabel juga seperti itu. Ya jadi belajar dari saudara - saudara saya itu, saya memutuskan untuk menjadi guru di Pulau ini," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved