Breaking News:

Tiga Tahun Lalu Indonesia Blokir Telegram, Pendiri Sekaligus CEO Temui Menkominfo Bahas 3 Syarat

Ternyata aplikasi pesan Telegram pernah diblokir di Indonesia. Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov terbang ke Jakarta untuk menyelesaikannya.

ist
Telegram Messenger. Tiga tahun lalu, tepatnya pada tahun 2017, aplikasi pesan singkat ini sempat diblokir di Indonesia selama satu bulan. 

Tiga Tahun Lalu Indonesia Blokir Telegram, Pendiri Sekaligus CEO Temui Menkominfo Bahas 3 Syarat

POSBELITUNG.CO - Sebagai layanan perpesanan instan Telegram kini tampil menjadi pesaing kuat WhatsApp.

Belakangan ini, masyarakat duni berbondong-bondong meninggalkan WhatsApp dan memilih beralih ke Telegram.

Sejumlah pengguna WhatsApp di Indonesia pun menyatakan hal yang sama. "Pindah ke telegram juga ah," twit akun @adjisdoaibu.

Hal senada juga diungkap oleh akun @just_aya9. "Apalagi mulai 8 Feb besok WA harus setor data ke Facebook, fix pindah platform telegram," kicaunya.

Hal tersebut merupakan imbas dari pembaruan Persyaratan Layanan dan Kebijakan Privasi baru yang digulirkan WhatsApp sejak awal Januari lalu.

Baca juga: Pascakebijakan Baru WhatsApp, Pengguna Telegram Tembus 500 Juta, CEO Mulai Berpikir Pajang Iklan

Salah satu pembaruan yang membuat pengguna khawatir adalah soal penerusan sejumlah informasi pengguna WhatsApp kepada Facebook, selaku perusahaan induknya.

Telegram dinilai menyediakan layanan perpesanan instan yang lebih aman, khususnya soal perlindungan data pengguna, ketimbang WhatsApp.

Baca juga: Menkominfo Minta Masyarakat Waspada Dengan Aturan Baru WhatsApp

Dalam blog resminya, Telegram memang berkomitmen untuk melindungi percakapan pribadi pengguna dari pihak ketiga (pemerintah, perusahaan, dan sebagainya) serta dari para pengiklan. Oleh karena itu, Telegram tidak berafiliasi kepada perusahaan teknologi mana pun di dunia.

"Kami tidak menggunakan data Anda untuk penargetan iklan, kami tidak menjualnya kepada orang lain, dan kami bukan bagian dari 'keluarga perusahaan' mafia mana pun," tulis Telegram

Halaman
1234
Editor: M Ismunadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved