Breaking News:

Tiga Tahun Lalu Indonesia Blokir Telegram, Pendiri Sekaligus CEO Temui Menkominfo Bahas 3 Syarat

Ternyata aplikasi pesan Telegram pernah diblokir di Indonesia. Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov terbang ke Jakarta untuk menyelesaikannya.

Editor: M Ismunadi
ist
Telegram Messenger. Tiga tahun lalu, tepatnya pada tahun 2017, aplikasi pesan singkat ini sempat diblokir di Indonesia selama satu bulan. 

Namun karena tidak ada tanggapan dari pihak Telegram, pemerintah memutuskan untuk memblokir layanan Telegram, mulai dari level web.

Belakangan, Durov menyadari bahwa sebenarnya pemerintah Indonesia telah mengirim e-mail kepada dirinya terkait permintaan pemblokiran sejumlah kanal di Telegram sejak 2016.

Atas miskomunikasi ini, Durov selaku CEO Telegram meminta maaf kepada pemerintah Indonesia.

Permintaan maaf Durov ini sekaligus membantah klaim sepihak dirinya yang mengaku belum pernah dihubungi oleh pemerintah Indonesia.

CEO Telegram Pavel Durov bertemu Menkominfo Rudiantara, Selasa (1/8/2017) siang.
CEO Telegram Pavel Durov bertemu Menkominfo Rudiantara, Selasa (1/8/2017) siang. (@rudiantara_id)

Pavel Durov ketemu Kominfo bahas SOP

Imbas dari diblokirnya layanan web Telegram, Durov menyempatkan diri bertandang ke Indonesia, khususnya untuk bertemu Menteri Kominfo Rudiantara yang menjabat saat itu.

Pertemuan keduanya terjadi pada awal Agustus 2017.

Pertemuan tertutup itu sedianya membahas Standard Operating Procedure (SOP) yang harus diikuti Telegram agar dapat beroperasi di Indonesia.

Dengan demikian, pemblokiran juga dapat dicabut segera mungkin.

"Kami mau rapat dulu, rapat persiapan pembuatan SOP, agar kita bisa cepat-cepat kalau sudah selesai semua, bisa kita cabut pemblokiran Telegram," ujar Rudiantara.

Baca juga: Mulai Tahun 2021 Pengguna iPhone Ini Tak Bisa Lagi Gunakan WhatsApp, Merek Lain Ini Daftarnya

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved