Breaking News:

Geram Dituding Perusahaan Militer Milik Komunis China, Xiaomi Bereaksi Berikan Klarifikasi Ini

Perusahaan asal China itu dilarang melakukan investasi berdasarkan undang-undang otorisasi pertahanan nasional

infokomputer.grid.id
Lei Jun (CEO Xiaomi) 

POSBELITUNG.CO, -- Sejak memimpin Amerika Serikta, Donald Trump sepertinya sangat membenci produk-produk asal negeri China.

Beberapa perusahaan asal China dimasukkannya ke dalam daftar hitam atau di blacklist.

Xiaomi salah satu yang masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat.

Bahkan oleh Departemen Pertahanan AS, Xiaomi disebut sebagai "perusahaan militer milik komunis China".

Perusahaan asal China itu dilarang melakukan investasi berdasarkan undang-undang otorisasi pertahanan nasional (NDAA), yang memaksa investor asal AS melakukan divestasi saham per 11 November 2021 mendatang.

Atas tudingan tersebut, Xiaomi memberikan tanggapannya melalui sebuah klarifikasi yang diunggah di blog resmi Xiaomi.

BACA JUGA:

--> WhatsApp Bagikan Data Pengguna ke Facebook, Kebijakannya Batal Sementara, Takut Ditinggal Pengguna

"Perusahaan (Xiaomi) telah mematuhi hukum dan beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan yuridiksi yang relevan dalam menjalankan bisnisnya," tulis Xiaomi.

Xiaomi menegaskan bahwa produk yang dibuatnya adalah untuk tujuan komersil yang digunakan oleh masyarakat sipil.

"Perusahaan mengonfirmasi bahwa tidak dimiliki, dikontrol atau terafiliasi dengan militer China, dan bukan "Perusahaan Militer Komunis China" yang didefiniskan oleh undang-undang NDAA", lanjut Xiaomi dalam blog perusahaan dan dihimpun KompasTekno, Sabtu (16/1/2021).

Dalam pernyataan tersebut, Xiaomi mengatakan akan melakukan tindakan yang tepat, guna melindungi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved