Breaking News:

Warga Pesisir Panik, Gelombang Tinggi Mirip Tsunami Terjang Pantai Manado, Perahu Nelayan Rusak

Nelayan mengaku gelombang kali ini paling parah dan paling tinggi. Dulu tahun 1974 pernah terjadi tapi tidak setinggi saat ini

(Tribunnews)
Gelombang tinggi mirip tsunami di pantai Manado 

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle, mengatakan, penyebab gelombang tinggi tersebut akibat pengaruh cuaca ekstrem di wilayah tersebut.

"Salah satu penyebab utama gelombang yaitu oleh pengaruh angin yang kencang. Ditambah gelombang laut yang tinggi sehingga gelombang yang datang ke bibir pantai akan lebih signifikan dan terbawa ke tepi pantai," terangnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.

Ilustrasi gelombang tinggi.
Ilustrasi gelombang tinggi. (kompas.com)

Pada saat terjadi gelombang tinggi itu, BMKG mencatat kecepatan angin berkisar 15-30 knot atau setara 30-60 kilometer per jam.

Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, menambahkan, peringatan dini gelombang tinggi sudah dikeluarkan BMKG untuk dua hari ke depan.

BACA JUGA:

--> Wanita Muda Dibunuh di Hotel, Pria Ini Ketakutan Tiap Malam Tak Tidur, Arwahnya Datang Menghantui

Sedikitnya ada lima wilayah yang berpotensi diterjang gelombang tinggi 2,5 sampai 4 meter di wilayah Sulawesi Utara.

"Yakni laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, sebelah barat perairan Kepulauan Sitaro, dan laut Maluku bagian utara," ujarnya, dikutip dari rilis.

Adapun gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan utara Sulut, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, laut Maluku, dan laut Sulawesi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG", 

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved