Breaking News:

Analisa BPBD Belitung Atasi Banjir Harus Ada Daerah Tangkapan Air dan Pendalaman Alur

Khusus banjir pada Kampung Amau, Kelurahan Parit dan Kampong Damai, penanggulangan banjir harus ada daerah tangkapan air atau embung.

Dokumen Pos Belitung
Firman, Jumat (15/1) ketika beristirahat di atas sofa yang sudah terendam banjir. Rumah Firman berada di RT 41 Desa Aik Rayak, Perumahan Billiton Regency. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Banjir yang melanda Kabupaten Belitung menjadi satu diantara bencana luar biasa, lantaran telah merendam ratusan rumah warga diberbagai Desa/Kelurahan. Sehingga harus ada penangan khusus seperti rahabilitas.

Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Hendri mengatakan, khusus banjir pada Kampung Amau, Kelurahan Parit dan Kampong Damai, penanggulangan banjir harus ada daerah tangkapan air atau embung.

"Itu mutlak harus ada, ini mengingat percuma aliran sungai tersebut didalamkan, sementara kondisi muara sungai seperti sekarang," kata Hendri kepada posbelitung.co, selasa (19/1/2021).

Pekerjaan ini, kata dia, sangat komplek dan harus memakan waktu panjang. Apabila air datang ber volume tinggi, terlebih dahulu dialihkan pada embung tersebut.

"Setelah itu baru di pompa dan dibuang ke aliran sungai dengan volume yang sedang. Tapi teknis nya itu di konsulat," ucapnya.

Sedangkan pada Desa Aik Rayak, lanjut dia, terjadi pendangkalan di aliran sungai tersebut. Pendakalan ini disebabkan berbagai faktor, seperti abrasi dan aktivitas pertambangan.

"Karena dari aktivitas pertambangan ini, pasir tersebut lari ke sungai, ini yang mengakibatkan pendangkalan. Apalagi aliran sungai ini tidak seperti dulu, sekarang sudah banyak penyimpangan - penyimpangan DAS (Daerah Aliran Sungai)," ujarnya.

Adanya pendangkalan ini, membuat aliran sungai tersebut mengalir tidak terarah pada saat volume air tinggi. Pemerintah Kabupaten Belitung sudah menyampaikan tentang permasalahan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

"Agar nanti nya di anggarakan untuk pengerukan, soalnya aliran sungai ini adalah wewenang Provinsi. Terpenting sebenarnya, masyarakat harus jelih kalau mereka berani mendirikan bangunan pada bantaran sungai, seperti di kolong sampan dan cerucuk, arti nya mereka harus siap menanggung resiko," bebernya.

Sebab dari segi struktur tanah, area terkena banjir ini merupakan dataran rendah atau lembah, berposisikan dibawah jalan aspal serta dekat dengan sungai. Oleh karena itu menjadi resiko, apabila air pasang tinggi dan hutan berintensitas tinggi.

"Apalagi di daerah Kolong Sampan, Cerucuk, dan Billiton Regency itu sangat rendah sekali. Kalau tidak terjadi hujan di Tanjungpandan, tapi terjadi hujan di Sijuk, air hujan itu tetap mengarah ke daerah ini, jadi seperti Bogor dan Jakarta, dan debit air tetap menjadi naik," jelasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved