Breaking News:

Virus Corona di Belitung

Jawab Keresahan Masyarakat, Pasien Covid-19 Langsung Sembuh, Mikron Saran Lakukan Rapid Test Antigen

Masyarakat Belitung Timur beberapa waktu terakhir mendapat informasi yang beredar, yakni banyaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Dokumen Pos Belitung
Ketua Sekretariat Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Bangka Belitung, Mikron Antariksa, 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Masyarakat Belitung Timur beberapa waktu terakhir mendapat informasi yang beredar, yakni banyaknya pasien terkonfirmasi positif Covid-19, namun langsung sembuh.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan bahkan banyak masyarakat yang meragukan kesembuhan mereka.

Fenomena langsung sembuh ini dikarenakan oleh lama keluarnya hasil pemeriksaan swab dari Labkesda Babel, sedangkan masa isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala hanya minimal 10 hari seperti yang ada dalam aturan Kemenkes revisi lima.

Dalam beberapa rilis pemeriksaan terakhir, hasil swab dari Labkesda keluar 15 hingga 25 hari setelah pasien melakukan pengambilan sampel swab.

Terkait hal ini, dengan Kepada Posbelitung.co, Selasa (19/1/2021), Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa beralasan lamanya hasil keluar dari Labkesda Bangka Belitung karena banyaknya sampel yang harus diperiksa setiap harinya.

Ia menyarankan agar pemda melakukan tes swab antigen supaya lebih cepat diketahui hasilnya.

Mikron  menilai akurasi dari swab antigen mencapai 95 persen sehingga bisa dijadikan patokan isolasi.

Kemudian jikapun masyarakat masih meragukan kesembuhan itu, pihak terkait bisa melakukan rapid test antigen lagi bagi mereka yang sudah dinyatakan sembuh.

"Kalau dia negatif berarti bisa dikatakan sembuh sempurna, jika positif ya karantina lagi," kata Mikron.

Ia juga sudah menawarkan kepada Pemkab Beltim sebanyak 2.000 alat tes swab antigen untuk menekan persebaran kasus transmisi lokal di Beltim.

Mikron bilang yang menjadi PR pemda ialah memastikan mereka ini isolasi dengan benar termasuk dengan pemenuhan kebutuhan selama mereka isolasi.

Ia menegaskan isolasi mandiri harus memenuhi beberapa syarat, satu di antaranya adalah rumah yang layak termasuk pembuangan limbahnya.

Mikron menyebutkan limbah pasien covid-19 tingkat infeksiusnya masih tinggi dan masih bisa memaparkan ke orang lain.

Karena itu, Mikron meminta pada Pemkab Beltim dan semua pemda di Babel agar menyiapkan tempat isolasi bagi mereka yang tidak bergejala.

"Dalam UU Kekarantinaan pembiaran penyebaran virus ada pidananya karena bisa membahayakan umat manusia," tegas Mikron. ( Posbelitung.co/ Bryan Bimantoro )

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved