Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Ingin Pelajar Kembali Sekolah, Masyarakat Jangan Ditakuti, Terapkan Prokes

Selama masa pandemi Virus Corona di Bangka Belitung, para pelajar belajar dari rumah dengan melakukan pembelajaran daring.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil 

POSBELITUNG.CO-- Selama masa pandemi Virus Corona di Bangka Belitung, para pelajar belajar dari rumah dengan melakukan pembelajaran daring.

Kondisi ini sudah cukup lama terjadi sejak tanah air Indonesia di landa Covid-19 dari mulai Maret 2020 lalu hingga saat ini.

Terkait pendidikan selama masa pandemi ini, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menginginkan sekolah dengan pembelajaran tatap muka bisa segera terlaksanakan.

Menurutnya, semua kegiatan bisa saja dilaksanakan dengan baik, asalkan tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

"Saya itu inginnya segera membuka sekolah, itu yang saya inginkan dari dulu, agar anak-anak kita fokus belajar di sekolah dan semua terkelola dengan baik termasuk termasuk pengawasnya dan para guru," kata Molen kepada Bangkapos.com, Kamis (21/1/2021).

Molen menyebutkan, dirinya selalu berdoa sama Allah SWT untuk selalu mempunyai keberanian untuk membuka sekolah di Kota Pangkalpinang.

"Saya sudah siap, karena pro dan kontra selalu ada, kalau tidak sekarang kapan lagi, yang penting itu protokol kesehatan, masyarakat  itu jangan di takut-takuti, justru masyarakat dikasih keberanian, mereka harus paham kondisi ini, yang penting mereka ada kewaspadaan untuk selalu menjaga protokol kesehatan," sebut Molen.

Ia menegaskan, tidak ingin masyarakat Kota Pangkalpinang mati karena Covid-19 dan mati karena ekonomi.

"Yang tadinya anak-anak kita bangun pagi, sekolah, bertemu dengan teman-temannya mereka main bahagia, sekarang mereka tidurnya larut malam bangunya siang, sehingga rata-rata anak kita itu saya yakin kekurangan vitamin D, betul ini," jelasnya.

Diakui Molen, sudah sejak beberapa bulan lalu ia selalu ingin segera membuka sekolah pembelajaran tatap muka.

"Saya selalu menginisiasi, selalu pengen anak-anak kita cepat masuk sekolah, karena imbasnya ini luar biasa, karena efeknya apa mereka mengaktualisasi mereka dengan TikTok dan segala macem tidak sesuai norma dan tidak pada tempatnya," ungkapnya.

Diakui Molen, kalau sekarang semakin banyak anak-anak yang senang bermain TikTok dan aplikasi lainnya juga adalah kesalahan para orangtua juga.

"Ini juga keselahan kita orang tua, harusnya kita introfeksi diri kita kenapa sampai jadi seperti ini anak-anak kita, kalau dulu saya yakin tidak seperti ini anak-anak kita ini," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasana

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved