Breaking News:

Hati-hati! Modus Ini Berujung Pencurian Hingga Prostitusi, Semakin Marak di Masa Pandemi Covid-19

Masyarakat harus berhati-hati agar tidak turut menjadi korban kejahatan dengan modus yang semakin marak terjadi di masa pandemi Covid-19.

Freepik
Ilustrasi - Hati-hati! Modus Ini Berujung Pencurian Hingga Prostitusi, Semakin Marak di Masa Pandemi Covid-19 

3. Pelaku cabuli korban

Tak hanya pencurian, modus menawarkan pekerjaan juga digunakan oleh US (50) untuk berbuat cabul.

Warga Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, itu ditangkap Polsek Hulu, Kabupaten Dompu, karena diduga mencabuli seorang perempuan, A (17).

Aksi tak terpuji tersebut bahkan telah dilakukan pelaku selama berkali-kali hingga korban hamil dua bulan.

Dalam meluapkan nafsu bejatnya, US menawarkan korbannya pekerjaan di Kota Mataram, NTB.

Kepala Subbagian Humas Polres Dompu Iptu Hujaifah membenarkan adanya kasus asusila tersebut.

Korban masih satu kampung dengan US.

"Ya benar, pelaku masih satu kampung dengan korban. Mereka berasal dari Kecamatan Monta, Kabupaten Bima," kata Iptu Hujaifah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Anak Ini Menangis Kesakitan Dikira Sakit Bintitan, Ternyata Ada Kutu Babi di Kelopak Mata

Kepada polisi, korban mengaku perbuatan bejat US bermula sejak November 2020.

Saat itu, korban dibawa oleh US ke Kota Mataram, dengan embel-embel menawarkan pekerjaan.

Setelah tiba di tempat yang dijanjikan, terduga pelaku kemudian membujuk korban untuk ikut bersamanya ke suatu tempat.

Di sana, US dan A tidur dalam satu kamar.

Di tempat itulah awal mula pelaku mulai menyebutuhi korban.

Untuk memuluskan aksi tidak senonohnya itu, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang.

Namun, korban sempat menolak bujuk rayu pelaku.

Baca juga: Biden Setop Dukungan ke Arab Saudi yang Perangi Houthi, Statusnya Sebagai Teroris Akan Ditinjau

Tidak berhasil dengan cara pertama, US lalu mengancam akan membunuh korban jika keinginannya tak dituruti.

Karena merasa diancam, akhirnya ABG itu bersedia disetubuhi.

"Selama di Mataram, pelaku menyetubuhi korban sebanyak lima kali dengan modus menawarkan pekerjaan," ujar Hujaifah.

4. Prostitusi online

Modus menawarkan pekerjaan juga digunakan oleh muncikari untuk merekrut anak-anak sebagai pekerja seks.

Ini dialami oleh AD (13).

Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat AKBP Burhanudin menyebutkan, AD ditawari untuk menjadi pelayan toko pakaian oleh salah tersangka SDQ pada September 2019.

"Orangtua AD mengizinkan anaknya bekerja sebagai pelayan toko," kata Burhanuddin saat dikonfirmasi, Selasa (12/1/2021).

Namun, setelah berada dalam penguasaan SDQ, AD justru diajak ke Apartemen Green Pramuka City.

Baca juga: Inilah Madame Ching Ratu Bajak Laut Dunia, Seorang PSK asal Kanton China, Dikenal Paling Kejam

Ia lalu dibujuk untuk memberi pelayanan seks pada laki-laki.

Tarif sekali melayani pria hidung belang berkisar antara Rp 200.000 - Rp 300.000.

"Tersangka mengiming-imingi AD agar mendapat uang untuk membeli handphone baru karena handphone AD sudah rusak," kata Burhanuddin.

Pada 17 Desember 2020, AD berhasil melarikan diri dari Apartemen Green Pramuka dan pulang ke rumah orangtuanya.

Ia menceritakan mengenai nasib nahas yang menimpanya kepada orangtuanya.

"Tanggal 23, orangtua AD melapor ke Polsek Cempaka Putih," kata Burhanuddin.

Baca juga: Gadis Ini Berusia 20 Tahun dan Tak Menyangka Akan Jadi Kakak, Setelah Ibu Melahirkan Lagi

Polisi pun langsung bergerak mengungkap kasus ini. Selain SDQ, ada tujuh tersangka lain dalam kasus ini yang berperan sebagai muncikari.

Para tersangka dijerat pasal berlapis, salah satunya Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Polisi juga langsung melakukan razia di Apartemen Green Pramuka City.

Polisi mengamankan 47 orang, terdiri dari 24 laki-laki dan 23 perempuan yang diduga tengah melakukan transaksi seks.

Banyak di antara mereka yang masih di bawah umur. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Waspada Kejahatan dengan Modus Tawarkan Pekerjaan, dari Pencurian hingga Prostitusi Online.

Editor: M Ismunadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved