Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Tenaga Kesehatan Elly Rosmita Grogi Saat Akan Divaksin Covid-19  

Vaksinasi Covid-19 tahap pertama telah dilakukan pada sejumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Belitung. Termasuk satu di antaranya tenaga

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
istimewa
Elly Rosmita saat menerima vaksin, Kamis (21/1/2020).(IST/Dok pribadi) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Vaksinasi Covid-19 tahap pertama telah dilakukan pada sejumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Belitung. Termasuk satu di antaranya tenaga kesehatan di Puskesmas Air Saga, Tanjungpandan Elly Rosmita. Wanita yang telah berprofesi sebagai bidan selama 24 tahun ini pun menjadi penerima vaksin Covid-19 pada Kamis (21/1/2021).

Kepada Posbelitung.co, Elly mengatakan, ketika akan disuntik vaksin, ia memang merasa grogi. Apalagi vaksin tersebut terbilang baru dan tenaga kesehatan menjadi penerima tahap awal. Meski begitu, ia meyakinkan diri karena menyadari pentingnya vaksin tersebut terutama dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan.

"Wajar lah ada perasaan was-was. Tapi kembali lagi, fungsi yang sangat penting dari vaksin ini. Lillahi ta'ala aja lah. Bismillah, mudah-mudahan baik-baik saja," katanya, Jumat (22/1/2021).

Sehari pasca disuntik vaksin Sinovac, kata dia, kondisi tubuhnya baik-baik saja. Hanya setelah imunisasi, efek yang dirasakannya hanya ngantuk.

Tak hanya sebagai penerima vaksin, wanita berjilbab itu juga menjadi vaksinator di Puskesmas Air Saga. Ia bertugas menjadi penyuntik vaksin kepada para penerima vaksin yang merupakan tenaga kesehatan di puskesmas itu maupun tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung.

Terpilih menjadi vaksinator, Elly menyebut awalnya sempat ingin menolak, karena kesibukannya menjadi bendahara pengeluaran pembantu Puskesmas. Namun karena merasa bertanggung jawab, juga dirinya sudah rutin ikut bulan imunisasi anak sekolah (BIAS), ia menyanggupi turun tangan sebagai vaksinator.

Setelah mengikuti pelatihan selama tiga hari via zoom, Elly pun menjadi petugas vaksinasi Covid-19 bersama empat tenaga kesehatan lain di puskesmas itu.

Kini, ia pun tengah menunggu vaksinasi tahap kedua yakni 14 hari pasca vaksinasi tahap pertama. Elly berharap setelah vaksin lanjutan, dapat terbentuk imun tubuh dalam menghadapi virus SARS-CoV-2.

Bertugas di garda terdepan, hingga pernah menjadi petugas jaga di posko pencegahan Covid-19 ketika awal pandemi, tak dipungkirinya ada kekhawatiran ketika menjalankan tugas. Hal tersebut juga masih dirasakannya hingga kini.

Namun ia hanya berpasrah dan berdoa, sembari tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai wujud usahanya dalam menghindari virus tersebut.

"Kalo memang harus terpapar corona, kembali lagi, memang takdir harus sakit. Insya Allah dengan niat baik, mudah-mudahan Allah selalu melindungi," imbuhnya.

Sebelumnya, ia juga pernah tak sengaja pernah bertemu dan ngobrol dengan seseorang yang kemudian dinyatakan positif Covid-19.

"Alhamdulillah (saya) dirapid hasilnya negatif. Walau pas nunggu hasilnya deg-degan," kata dia.

Elly juga berpesan bagi masyarakat agar jangan takut divaksin. Sambil tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan orang lain. Sehingga diharapkan setelahnya dapat bebas beraktivitas.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Caption: Elly Rosmita saat menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac kepada nakes penerima vaksin, Rabu (20/1/2021). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved