Breaking News:

Fenomena Langka Ketika Salju Menyelimuti Gurun Sahara dan Arab Saudi, Ahli Sebut Ini

Sehingga, kadar kelembaban inilah yang bisa menimbulkan salju. Hal ini diutarakan ketika terjadi hujan salju di wilayah yang sama pada 2018 lalu

FOTO INSTAGRAM @HRABGHI
Suasana salju turun di Arab Saudi yang dipotret warga. 

Fenomena Langka di Padang Pasir, Ketika Salju Menyelimuti Gurun Sahara dan Arab Saudi

POSBELITUNG.CO - Pernyataan senada juga dilontarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, António Guterres. “Kita sedang menuju bencana ‘kenaikan suhu 3-5 Celcius abad ini.

Berdamai dengan alam adalah tugas penting di abad Ke-21. Ini harus menjadi prioritas utama untuk semua orang, di mana saja," ungkap Guterres.

Fenomena alam langka terjadi di kawasan Gurun Sahara, Aljazair. Semestinya, pada bulan Januari, salju tidak pernah ada di kawasan gurun tersebut.

Gurun Sahara mencakup sebagian besar wilayah Afrika utara dan sudah mengalami perubahan suhu serta kelembaban selama beberapa ratus ribu tahun terakhir.

Meski wilayah Sahara sangat kering, peneliti memprediksi dalam waktu 15.000 tahun, Sahara akan kembali hijau.

Dilansir Middle East Monitor, Kamis (21/1/2021), fenomena alam ini diduga terjadi akibat tekanan tinggi udara dengan suhu sangat rendah yang terkonsentrasi di wilayah gurun, lalu bereaksi dengan tingkat kelembaban yang tinggi hingga menimbulkan salju.

Seorang juru bicara kantor cuaca dan perubahan iklim Inggris menjelaskan, cuaca dingin di dataran Eropa yang ada di utara gurun Sahara diduga menjadi penyebab munculnya es.

Sehingga, kadar kelembaban inilah yang bisa menimbulkan salju. Hal ini diutarakan ketika terjadi hujan salju di wilayah yang sama pada 2018 lalu, seperti dikutip The Independence.

Tidak hanya di Gurun Sahara, kemunculan butir-butir es juga terjadi di Ain Sefra, sebuah gurun di Aljazair.

Halaman
123
Penulis: tidakada007
Editor: Rusmiadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved