Berita Kriminalitas

Satpol PP, BNNK dan Loka POM Belitung Temukan Toko Jual Obat Batuk Ratusan Sachet

Satpol PP Kabupaten Belitung bersama BNN Kabupaten Belitung dan Loka POM Belitung melakukan penulusuran penyalahgunaan obat-obatan

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Dok/Satpol PP Belitung
Dua muda mudi, Kamis (21/1/2021) ketika diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Satpol PP Kabupaten Belitung bersama BNN Kabupaten Belitung dan Loka POM Belitung melakukan penulusuran penyalahgunaan obat-obatan di wilayah Tanjungpandan pada Sabtu (23/1/2021) malam.

Rombongan menemukan 854 sachet obat batuk, 12 kaleng lem serbaguna dan obat jenis lainnya berlogo merah yang diduga diperjualbelikan tidak sesuai peruntukan di Toko Apat beralamat di Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Berdasarkan informasi Satpol PP, Toko Apat sebelumnya pernah menjual obat batuk berbentuk pil 492 butir dan obat batuk 543 sachet pada Maret 2020 lalu.

"Setelah kami telusuri ternyata Apat ini pada Maret 2020 pernah kami proses. Pada saat itu yang bersangkutan pernah membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi," ungkap Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Azhar.

Ia mengatakan obat-obatan tersebut diduga diperjualbelikan bukan untuk obat tapi memanfaatkan efek sampingnya.

Oleh sebab itu, Satpol PP akan memanggil pemilik toko untuk meminta keterangan dan terkait pernyataan yang telah dibuat sebelumnya pada Senin (25/1/2021).

Menurutnya kegiatan pada malam itu merupakan tindaklanjut dari informasi dua warga yang sebelumnya diamankan Satpol PP pada Rabu (20/1/2021) malam.

Berdasarkan pengakuan pasangan kekasih itu, mereka sempat mengonsumsi obat batuk ratusan butir dan dibeli dari toko kelontongan di wilayah Tanjungpandan.

"Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, mereka telah mengonsumsi ratusan butir dan kami juga telah kami assesment ke BNNK. Berdasarkan informasi itu kami lakukan penulusuran dimana mereka membeli obat-obatan itu," katanya.

Azhar menegaskan dalam pelaksanaan penertiban maupun pengawasan, pihaknya selalu melibatkan instansi samping sesuai kewenangan.

Misalnya terkait Undang-Undangan Napza melibatkan BNNK, pengawasan obat-obatan melibatkan Loka POM dan TNI Polri ketika menertibkan tempat hiburan malam.

Ia tidak ingin melebihi kewenangan dari Satpol PP yang sudah diatur dalam perda.

"Alhamdulillah selama ini sinergi kami berjalan baik," katanya.

Kepala BNN Kabupaten Belitung Nasrudin mengatakan kegiatan tersebut berdasarkan surat dari Kasat Pol PP dan sebagai wujud sinergi dalam hal penertiban, pengawasan dan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved