Breaking News:

Mengenal 15 Jenis Garam Masak di Dunia dan Manfaatnya, Yuk Simak Penjelasannya!

Nah, agar tak keliru dalam memilih garam untuk memasak ataupun untuk keperluan lainnya, yuk ketahui jenis- jenis garam yang ada di dunia!

Pixabay
Ilustrasi garam 

Namun, garam kosher tidak memiliki zat anti penggumpalan dan tambahan yodium.

Perbedaan paling mencolok dari garam kosher dan garam dapur biasa ialah pada struktur serpihannya.

Garam kosher memiliki tekstur dan kristal yang agak lebih besar.

Rasanya pun sedikit berbeda daripada garam dapur biasa.

Gunakanlah garam kosher dalam takaran yang cukup supaya makanan tidak keasinan. 

5. Garam celtic

Garam celtic merupakan salah satu jenis garam laut yang populer di Prancis

Umumnya garam ini berwarna keabuan dan mengandung sedikit air yang membuatnya cukup lembap.

Jika dibandingkan dengan garam meja biasa, garam celtic lebih rendah natriumnya. 

Gunakan garam celtic untuk drizzling pada sayuran atau daging panggang.

Bisa juga digunakan untuk drizzling atau taburan makanan laut

6. Fleur de sel 

Fleur de sel atau biasa disebut sebagai kaviar garam merupakan salah satu jenis garam yang harganya cukup mahal. 

Garam ini hanya diproduksi di pantai Britanny Prancis selama bulan Mei hingga September.

Dalam laman Food Republic juga disebutkan bahwa garam fleur de sel hanya diekstraksi pada hari yang cerah, sehingga kristalnya pun jadi lebih tipis dan cenderung kering. 

Garam fleur de sel  ini sangat cocok digunakan sebagai drizzling makanan gurih dan manis.

Rasanya tidak terlalu asin dan cantik warnanya, yakni abu-abu kebiruan. 

7. Flake salt

Flake salt merupakan salah satu jenis garam laut yang masih jarang ditemui di Indonesia.

Biasanya garam ini diambil dan ditambang di sekitar pesisir Inggris

Sama seperti garam laut lainnya, flake salt juga mudah larut dalam air dan hidangan.

Flake salt akan makin sempurna jika digunakan sebagai taburan akhir pada daging dan dicampur dengan rempah-rempah lainnya.

Garam ini bisa juga ditambahkan pada masakan yang dipanggang. 

8. Garam kala namak

Garam kala namak atau garam hitam adalah campuran dari garam himalaya, arang, kulit kayu, jamu, dan biji-bijian yang dibakar dalam tungku selama 24 jam. 

Berkat proses pembakaran, garam kala namak jadi memiliki aroma belerang yang mirip dengan telur.

Rasa garamnya sendiri cenderung mirip umami atau bumbu penyedap. 

Gunakan garam kala namak untuk membumbui masakan terutama hidangan vegan supaya rasanya lebih nikmat dan beraroma. 

9. Garam Hawaii 

Mulanya garam Hawaii hanya digunakan untuk prosesi pemberkatan, tapi kini mulai dimanfaatkan untuk drizzling hidangan laut dan daging. 

Garam ini digunakan untuk membumbui masakan pulau tradisional seperti pipikaula dan poke di Hawaii

Ada dua jenis garam Hawaii yang tersedia di pasaran, yakni garam lava dan garam alaea. 

Garam lava merupakan campuran dari garam laut dan arang sehingga berwarna hitam dan sedikit memiliki rasa belerang.

Sementara garam alaea ialah garam laut yang dicampur dengan tanah liat alaea.

Campuran inilah yang dapat membuat garam alaea jadi berwarna merah dan lembut rasanya. 

10. Garam cyprus hitam lava 

Dari segi tampilan, garam ini mirip dengan garam kala namak tapi sebetulnya asal dan rasanya berbeda. 

Garam cyprus berasal dari laut Mediterania yang dicampur dengan arang aktif sehingga berwarna hitam gelap. 

Biasanya garam ini digunakan untuk taburan akhir hidangan karena rasanya yang cukup ringan atau tidak terlalu asin. 

11. Garam truffle

Garam truffle merupakan campuran garam laut dan jamur ascomycetes.

Campuran inilah yang membuat garam truffle jadi memiliki serbuk hitam.

Umumnya garam truffle digunakan untuk membumbui dan menyedapkan makanan, baik tumisan maupun hidangan berkuah atau panggang.

Jenis garam ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. 

12. Garam asap (smoked salt)

Smoked salt merupakan salah satu jenis dari varian garam laut.

Dalam laman Country Living disebutkan bahwa, smoked salt ialah garam laut yang dipanggang di atas api selama dua minggu dengan menggunakan batang kayu.

Rasa dan warna garamnya bisa bervariasi, tergantung jenis kayu yang digunakan dan lamanya waktu panggang. 

Smoked salt digunakan untuk memperkuat aroma dan rasa smokey pada masakan gurih maupun saus barbekyu.

13. Garam pengawet (curing salt)

Jika biasanya garam digunakan untuk membumbui masakan, curing salt justru tidak begitu.

Sesuai namanya, garam ini merupakan pengawet alami yang digunakan untuk mengawetkan daging, unggas, atau hewan laut

Bentuknya berupa butiran kasar dan berwarna merah muda.

Mengutip laman The Spruce Eats, curing salt umumnya terbuat dari garam dapur atau garam laut yang dicampur dengan gula dan dilarutkan dalam air. 

Hal ini bertujuan untuk menghasilkan cairan yang bisa digunakan sebagai rendaman. 

Konon dua campuran bahan ini bisa membuat masakan lebih tahan lama dan gurih rasanya. 

14. Garam tepung 

Garam tepung atau bubuk garam adalah garam meja yang butiran jauh lebih halus daripada garam biasanya. 

Rasanya mirip seperti garam meja ataupun garam laut.

Bahkan fungsinya pun sama dengan jenis garam meja lainnya, yakni membumbui masakan baik hidangan berkuah atau tumisan. 

Bisa juga digunakan untuk menyedapkan kue atau adonan roti lainnya.

Namun supaya khasiat dan rasa dari garam tepung tidak berkurang, taburkan pada masakan yang hampir matang.

15. Garam laut Korea (Korean sogeum salt)

Garam ini merupakan salah satu jenis garam laut Korea yang dijual di Indonesia.

Butirannya sedikit lebih besar daripada garam meja biasa. 

Namun kandungan sodiumnya lebih rendah daripada garam meja atau garam kosher.

Garam ini digunakan untuk membumbui masakan yang mau difermentasi, seperti kimchi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : 15 Jenis Garam Masak di Dunia, Kenali Fungsinya

Editor: Novita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved