Breaking News:

Berita Belitung

Pemilik Toko Penjual Ratusan Sachet Obat Batuk di Belitung Hanya Diberikan Pembinaan

Pemilik toko kelontong yang bernama Yenni Angraini tersebut sudah membuat surat pernyataan.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Yenni (kanan) Senin (25/1/2021) ketika menandatangani surat pernyataan di kantor Satpol PP Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemilik Toko Apat beralamatkan di Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya, Tanjungpandan, Belitung hanya diberikan pembinaan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Selasa (26/1/2021).

Sebelumnya, Toko Apat ditertibkan petugas, Sabtu (23/1/2021) malam karena menjual obat batus sachet merek tertentu dan lem keras kemasan kaleng merek tertentu.

Meski hanya diberikan pembinaan, barang bukti berupa obat batuk sachet dan lem keras kemasan kaleng tetap diamankan oleh petugas Satpol PP.

"Kami hanya berikan pembinaan saja, dan itu hasil koordinasi kami dengan Loka POM serta BNN. Pemilik toko itu sudah kami berikan pembinaan, kalau barang-barangnya masih kami amankan," kata Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Sani kepada Posbelitung.co, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Ternyata Pemilik Toko Kelontongan Ini Sudah Dua Kali Terjaring Razia, Jual Obat Batuk Tanpa Izin

Baca juga: Perempuan Jaket Merah Diperiksa Pol PP, Diduga Jual Obat Batuk Tanpa Izin, Jumlahnya Ratusan Saset

Pemilik toko kelontong yang bernama Yenni Angraini tersebut sudah membuat surat pernyataan.

Isinya adalah bersedia tidak akan menjual obat batuk sachet dan lem keras lagi.

Serta bersedia barang bukti yang diamankan ini untuk dimusnahkan di kemudian hari.

"Didalam surat pernyataan itu, pemilik toko tidak akan menuntut apabila di kemudian hari barang-barang ini dimusnahkan. Kedepan apabila pemilik toko melanggar surat perjanjian tersebut, maka akan ada penindakan tegas," ujarnya.

Secara umum pengawasan terhadap penyalahgunaan obat batuk sachet dan lem keras ini akan terus dilakukan petugas.

Sehingga tidak dijual secara bebas.

"Ya sesuai arahan Loka POM, yang bisa menjual hanya apotek. Kami minta juga kepada toko yang menjual obat seperti itu agar tidak menjual dengan jumlah banyak kepada pembeli," bebernya.

Satpol PP sudah merencanakan akan melakukan pemusnahan terhadap obat batuk sachet dan lem keras yang mereka sita.

"Nanti akan didiskusikan lagi kapan pemusnahan itu dilakukan, yang pasti secepatnya," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved