Breaking News:

Berita Belitung

Sanem Sayangkan Adanya Oknum yang Diduga Jadi Backing Penjual Obat Batuk Sachet

Orang nomor satu ini sangat menyayangkan terdapat dua orang oknum aparat pada saat pelaksanaan penertiban dan diduga menghalangi penertiban tersebut.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung H Sahani Saleh 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), selasa (26/1/2021) sudah mendapat laporan tentang kasus penertiban obat batuk sachet dan lem keras kemasan kaleng, pada toko kelontong di Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya, Tanjungpandan, Belitung.

Ia sudah memberikan instruksi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, agar kasus ini diberikan tindakan secara tegas.

Namun, orang nomor satu ini sangat menyayangkan terdapat dua orang oknum aparat pada saat pelaksanaan penertiban dan diduga menghalangi penertiban tersebut.

"Hanya saja itu tadi, sayangnya mereka (pemilik toko) ini, setiap ada perbuatan yang semacam itu, semua punya backup atau backing. Saya berharap ke depan ini terutama aparat, tolong kemaksiatan - kemaksiatan seperti itu, jangan ada lagi backing mem-backing," kata Sanem kepada Posbelitung.co, Selasa (26/1/2021).

Menurut dia, penertiban akan sulit dilakukan jika ada oknum aparat yang mem-backing-i.

"Karena perbuatan yang melanggar hukum sendiri itu dibackup oleh oknum aparat - aparat itu sendiri, dan pada faktanya begitu. Seperti ini sudah jelas melanggar Perda (Peraturan Daerah), tahu-tahu datang oknum aparat, justru kita harus bersinergi," ujarnya.

Baca juga: Kulat Pelawan Asal Bangka Belitung Jadi Jamur Termahal di Indonesia, Ini Alasan dan Kandungannya

Baca juga: Empat Dukun Lakukan Ritual Adat untuk Mencari Korban Serangan Buaya di Teluk Merambai

Menurut dia, saat ini, masih banyak permasalahan penyakit masyarakat di Kabupaten Belitung

Di antaranya kemaksiatan, penyalahgunaan obat-obatan, dan mengkonsumsi minuman arak.

Jika pekat ini terus dibiarkan, maka muncul kasus baru, sehingga membuat Belitung menjadi tidak kondisif.

Menurut dia, pemilik toko atau penjual tidak mungkin berani menjual kepada pengguna apabila tidak ada backing dari oknum aparat.

"Pemerintah sudah begitu berupaya tidak terjadi gejolak sosial, penyalahgunaan obat-obatan, dan segala macam, tapi semua itu dibuat oleh oknum yang jadi backing. Saya berharap kepada oknum - oknum ini, tolong sadari itu, dan kedepan saya sudah berencana, kepada oknum yang masih backing ini itu, saya akan beberkan nama oknum-oknum nya," jelasnya.

Sanem mengatakan, ke depan, pihaknya akan memperkuat Satpol PP dan masyarakat untuk dalam pemberantasan penyalahgunaan obat-obatan.

Kata dia, ada masyarakat di Belitung yang bersedia membantu meski tanpa digaji alias sukarela.

Menurutnya, masyakat memiliki itikad baik untuk kemajuan Belitung.

"Secara umum kami utamakan pencegahan daripada menyelesaikan masalah. Upaya bersama lah lebih baik, akan menghasilkan hasil yang baik pula, karena sudah tau bahayanya seperti apa. Jangan ada oknum mencari kesempatan untuk berbuat dzolim, ini saya anggap berbuat dzolim lah kepada daerah, kepada negara ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Belitung, BNN Kabupaten Belitung dan Loka POM Belitung melakukan penulusuran penyalahgunaan obat-obatan di wilayah Tanjungpandan, Sabtu (23/1/2021) malam.

Di Toko Apat, rombongan menemukan ratusan obat batuk sachet dan ratusan kaleng lem keras serta obat jenis lainnya berlogo biru, yang seharusnya tidak dijual di toko tersebut. (posbelitung.co/disa aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Dedi Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved