Breaking News:

Wawancara Eksklusif Sepak Terjang Zainal Jabat Dua Periode Kades Dukong, Termasuk Suka Dukanya

Zainal bukan orang baru di Dukong. Dua periode menjabat ditambah periode sebelum keluarnya aturan pembatasan jabatan, tentu saja sudah banyak

(pos belitung /Dede s)
Kades Dukong Zainal 

POSBELITUNG.CO -- KEPALA Desa (Kades) Dukong Zainal baru-baru ini disibukkan sejumlah persoalan yang terjadi di wilayahnya. Paling ramai adalah penertiban tambang inkonvensional (TI) jenis rajuk oleh jajaran Polres Belitung. Selain diminta keterangan sebagai saksi, dirinya juga harus memediasi para penambang dan juga warga. 

Selain TI, kasus terbaru yakni aduan mengenai penerbitan SKT atas lahan seluas 13.162 meter persegi di Jalan Pilang Dalam RT 03, RW 01, Dusun Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Zainal melalui pengacaranya Lauren Harianja, proses surat menyurat sah secara hukum. Sebab, lahan tersebut telah dijual oleh PT KIA kepada PT JWA pada 2017 sesuai bukti kuitansi pelunasan tertanggal 23 Maret 2018.

Zainal bukan orang baru di Dukong. Dua periode menjabat ditambah periode sebelum keluarnya aturan pembatasan jabatan, tentu saja sudah banyak menghadapi berbagai persoalan. 

Seperti apa sepak terjang Zainal sebagai kades, suka duka, hingga menghadapi  risiko hukum terhadap persoalan yang muncul? Berikut wawancara eksklusif Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar, Rabu (27/1). 

T: Mengenai kasus TI, apakah ini persoalan pelik atau seperti apa. Bisa jelaskan awal kasus mencuat hingga kemudian ikut dipanggil pihak kepolisian? 

J: Kasus TI kemarin itu berawal dari laporan warga bahwa ada TI yang beroperasi di seberang rumah makan Timpo Duluk. Jadi saya selaku kepala desa menginstruksikan BPD, kadus, ketua RT dibantu Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengecek ke lokasi.

Hasil pengecekan memang ada operasional TI rajuk di situ namun dari pihak Bhabinkamtibmas berunding di lokasi tapi saya tidak setuju. Saya minta berunding di kantor desa, sore harinya.
Namun saya selaku kepala desa tidak menyetujui adanya TI rajuk di situ. Barulah turun polisi di lokasi itu.

T: Sejauh yang Anda tahu, apakah aktivitas TI tersebut sudah lama atau memang baru beberapa bulan belakang ramainya? 

J: Kalau di situ saya tidak tahu, karena tidak mungkin karena kelihatan dari pinggir jalan. Tapi karena ada laporan warga tetap kami tindaklanjuti.
Saya tidak tahu karena jarang ke area itu tapi karena sudah ada laporan tetap saya harus mengambil sikap.

T: Pesan khusus terhadap pihak-pihak yang masih tetap ingin menambang, apalagi di lahan milik pribadi tentu pemerintah desa tidak bisa mencegah, namun nanti ketika muncul persoalan pasti akan terseret-seret juga? 

Halaman
123
Penulis: Dede Suhendar
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved