Breaking News:

Ayah dan Anak Tewas Diclurit, Gara-gara Rebutan Tanah Kas Desa

Mereka tewas setelah terlibat perkelahian dengan kepala dusun setempat bernama Toyib dan dua rekannya Samsul serta Sukirman.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi pembunuhan. 

POSBELITUNG.CO - Mujiono dan Irwan, ayah dan anak warga Dusun Sumber Gentong, Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur tewas mengenaskan terkena sabetan clurit, Jumat (29/1/2021).

Mereka tewas setelah terlibat perkelahian dengan kepala dusun setempat bernama Toyib dan dua rekannya Samsul serta Sukirman karena karena rebutan tanah kas desa. 

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, kasus perkelahian yang menyebabkan dua orang meninggal dunia itu dipicu masalah tanah kas desa.

Mujiono yang merupakan mantan kepala dusun itu awalnya mendapatkan hak untuk mengelola tanah kas desa seluas setengah hektar selama 10 tahun saat masih menjabat.

Namun, baru menjabat lima tahun ia terkena perkara hukum atas kasus pemerasan di Gondanglegi.

Karena tersandung kasus tersebut, kepala desa setempat akhirnya mengadakan pemilihan kepala dusun yang baru. Saat itu Toyib terpilih sebagai kepala dusun.

"Karena yang bersangkutan diproses pidana akhirnya kepala desa melakukan pemilihan kepala dusun yang baru. Ini sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku di desa-desa, sesuai dengan mekanisme pemerintahan. Akhirnya diganti, terpilih lah saudara T untuk melanjutkan menjadi Kepala Dusun Sumber Gentong karena saudara Mujiono masih dalam proses pidana," kata dia.

Karena terpilih kepala dusun baru, maka secara otomatis hak pengelolaan tanah kas desa menjadi kewenangan Toyib sebagai kepala dusun yang baru.

Hanya saja persoalan muncul setelah Mujiono selesai menjalani masa pidananya.

Mengetahui tanah kas desa diambil alih kepala dusun yang baru, ia tidak terima.

Halaman
12
Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved